Showing posts with label tips. Show all posts
Showing posts with label tips. Show all posts

23 Mar 2017

Bali Sudah Bukan Surga Lagi

00:20

"Gempa bumi!!!"

Mungkin seruan ini mulai sering terjadi akhir-akhir ini di Bali. Aneh. Pulau Dewata yang konon diberkati karena keintiman hubungan masyarakat dengan alamnya akhir-akhir ini sering mengalami bencana; mulai dari longsor sampai gempa bumi. Apakah yang sebenarnya terjadi?

Izinkan saya mengutip tulisan dari buku "Mati Tidak Berarti Pergi" karya Herwiratno terkait masalah bencana alam:

"Alam raya mulai muak atas berbagai perilaku buruk manusia yang tinggal di atasnya, terutama perilaku semena-mena terhadap alam. Alam raya berencana akan 'mengatur ulang' kehidupan di atasnya. Caranya.. ya, dengan bencana besar!"

Jika kita mengingat ke belakang, ribuan tahun lalu Tuhan Allah memberi bencana air bah karena muak dengan sikap dan perilaku manusia yang buruk di jaman Nabi Nuh. Tapi Tuhan tetap menyisakan kehidupan di dunia ini karena percaya ada kebaikan pada diri manusia. Pada kasus Nabi Nuh, segelintir manusia terpilih dan sepasang binatang dibiarkan untuk meneruskan keberlangsungan kehidupan di bumi ini.

Lalu jika bencana besar ini terjadi di jaman kita hidup pada saat ini, apa yang harus kita lakukan? Bumi Nuswantara telah mengalami banyak bencana pahit yang menelan ribuan korban jiwa. Entah dalam bentuk tsunami, gunung meletus, banjir longsor, dan lain sebagainya. Jika kita perhatikan, lokasi tempat bencana-bencana ini terjadi adalah lokasi yang penduduknya cukup ekstrem dalam menyikapi suatu hal, terutama dalam permasalahan agama, berkeperimanusiaan, dan sikap mereka terhadap alam.

Seperti kita ketahui, Bali terkenal aman dan diberkati karena menjadi salah satu daerah di Indonesia yang masih menghargai alam dan melaksanakan ritual budaya leluhur. Tapi kenapa akhir-akhir ini banyak bencana terjadi di Bali, terutama gempa berskala 6.4 SR (sumber lain mengatakan 5.6 SR) yang terjadi pagi tadi (22/3/17, 07:10 WITA)?

Mungkin kalian sering mendengar istilah "Bali sudah tidak seindah dulu". Entah dari tahun '70an atau di tahun 2017, istilah ini tetap relevan terutama bagi kami para penghuni yang tinggal di Bali. Ini menjadi pertanda bahwa Bali mengalami perubahan, seringkali dan cepat sekali. Perubahan-perubahan di Bali mungkin bisa jadi perubahan tercepat di seluruh Bumi Nuswantara, karena banyaknya investor, turis dan imigran di Bali. Apa yang terjadi? Apa yang telah kita lakukan pada Ibu Pertiwi?

Bali kehilangan satu per satu asetnya. Awalnya tanah yang diperjual-belikan pada pendatang dan investor domestik maupun asing. Persawahan disulap menjadi perhotelan, dan seakan tanpa kendali hijau alam Bali berubah menjadi kelabu beton. Jumlahnya membabi buta, bahkan Bali mengalami over-supply hotel, villa dan resort yang malah menghilangkan inti wisata itu sendiri. 
  
Green zone (lahan hijau) yang seharusnya dipertahankan kini berlomba dibangun menyalahi izin tertulis. Tempat-tempat suci kehilangan energinya karena pembangunan dilakukan tanpa seizin alam. Perkembangan yang terlampau cepat ini seperti penjajahan yang dilakukan terhadap tanah warisan leluhur tanpa toleransi maupun kompensasi.
Wilayah perkotaan di Bali sudah tak ada bedanya dengan perkotaan di pulau lain dengan hiruk-pikuk dan kemacetan yang merajalela di siang hari. Malam hari di Bali sudah tak ada khusyuknya karena dentuman musik keras terdengar di mana-mana yang mengganti kericau jangkrik dan kodok. Bali pun kehilangan faunanya. Sekitar sembilan ribu anjing dieksekusi dengan dalih penyakit rabies. Bagaimana kabar anjing Kintamani sebagai salah satu ras asli anjing di dunia ini? Bali sudah tak lagi ramah lingkungan. Sampah bertumpuk di pinggir jalan dan berserakan di tempat wisata.

Bali juga kehilangan inti sari budayanya. Bisa kita hitung sekarang berapa banyak anak muda Bali yang masih paham dan tetap setia melestarikan budaya leluhur. Dibandingkan dengan anak muda yang mulai mengadaptasi budaya barat, mungkin jumlahnya hanya 1:1000. Budaya dengan mudahnya diperjualbelikan, sekadar untuk tontonan tanpa ada maknanya lagi. Segalanya bisa dibeli dengan uang.

Bali sudah bukan milik masyarakat suku Bali lagi, tapi milik turis dan imigran yang tidak paham / peduli pada tatanan budaya leluhur. Mereka menguasai seni budaya dan menikmati kedamaian alam Bali, tapi hanya di permukaannya saja. Mereka mencampurkan budaya dari tempat asal masing-masing dengan budaya Bali tanpa lagi mengindahkan aturan yang ada. Dan masyarakat Bali membiarkannya; menyaksikan punahnya budaya dalam diam dan bahkan terlena dalam prosesnya.

Lalu apa yang tersisa dari Bali untuk generasi mendatang? Dan apa yang harus kita lakukan untuk mencegahnya? Mungkinkah Tuhan berniat memperingatkan manusia dengan membuat gegar tanah yang dielu-elukan sebagai paradise (surga) sehingga banyak masyarakatnya yang bersikap jumawa karena merasa sebagai penduduk pulau yang paling diberkati para Dewata?

via balipost

Walau mungkin sudah sedikit terlambat, sekarang tetap lebih baik daripada nanti. Kita pun bisa memulainya dari diri sendiri dengan hal-hal kecil, di antaranya:

1. Menjaga kebersihan, termasuk membuang sampah di tempatnya, mendaur ulang dan membersihkan pantai, hutan, gunung dan sungai. Jika pergi berlibur hendaknya kita membawa sampah kita sendiri dan yang kita temui di sekitar dan membuang di tempatnya. Bawa kantong untuk sampah ke mana pun kamu pergi, tempatkan kotak sampah di dalam mobil, gunakan plastik ramah lingkungan jika tidak bisa menghindari penggunaan plastik, gunakan tas kain ketimbang plastik, dst. Hal-hal kecil ini bisa berpengaruh besar jika semua orang melakukan hal yang sama. Setuju?

2. Stop menjual Bali. Biasanya orang tua mewariskan tanah bagi anak-cucu untuk tempat tinggal dan supaya dipergunakan untuk hal-hal baik. Sementara itu biaya kehidupan sehari-hari selayaknya didapatkan dari hasil bekerja dengan jerih payah sendiri. Jika tanah dijual hanya semata-mata karena nilai uang besar yang menjanjikan, jika uang tersebut dipergunakan untuk hal-hal yang tidak bisa dipertanggungjawabkan, maka warisan orang tua pun lenyap tanpa guna. Sebaiknya cari solusi selain menjual tanah warisan, misalnya dengan menyewakan (leasing) atau bekerja sama dengan investor untuk membuat usaha. Tapi sebaiknya juga tetap ikuti aturan main tertulis maupun tidak tertulis yang berlaku di tanah Bali.

3. Mengembalikan pada alam. Alam Bali yang tadinya masih segar dan perawan kini penuh dengan jejak ikut campur manusia. Alam memang menyediakan dirinya untuk dinikmati manusia, tapi sampai batas manakah kenikmatan itu bisa kita ambil? Sepertinya kita perlu lagi menerapkan sistem "mati satu tumbuh seribu" di mana setiap kali kita mengambil sesuatu dari Bumi sekiranya kita mengembalikan sesuatu sebagai kompensasi. Misalnya ketika membangun rumah, sekiranya kita biarkan ada lahan hijau untuk penyerapan, adakan penanaman pohon dan tanaman lain di sekitar rumah, menyediakan saluran air yang layak, dsb. Dan setiap pohon yang kita tebang selayaknya kita tanam lagi pohon lain supaya generasi mendatang pun bisa tetap menikmati keindahan alam.

4. Introspeksi diri. Sebaik apapun kita membangun fasilitas, bagian terpenting dalam hidup di dunia ini adalah jiwa manusianya. Karena itu, introspeksi diri adalah hal yang wajib dilakukan oleh setiap penghuni Bali, terutama karena saat ini Bali adalah salah satu tujuan warga dunia untuk praktik yoga. Kegiatan meditasi ini sebaiknya dimulai dari mensyukuri berkat karunia Tuhan, memahami tujuan hidup kita sebagai manusia, dan membagikan berkat pada sesama. Dengan menyadari inti sari dan tujuan kehidupan masing-masing, niscaya kita akan lebih peka terhadap suara alam dan pada akhirnya bisa bahu-membahu menyelamatkan alam.
5. Meningkatkan spiritualitas. Ada kesempatan setiap purnama untuk melukat (mandi membersihkan diri di sumber mata air) dan ada banyak praktisi meditasi yang bisa dimintai petunjuk untuk mendekatkan diri pada Tuhan (jika kamu butuh, saya bisa rekomendasikan orang yang tepat kamu temui di Bali.) Mungkin saya tidak punya kata-kata yang tepat untuk hal spiritual ini, karenanya saya sangat menyarankan kalian membaca buku "Mati Tak Berarti Pergi" dan "Hidup Tidak Lenyap Hanya Berubah" karangan Herwiratno untuk setidaknya menyadarkan sisi spiritualitas kita dan sebagai panduan untuk kehidupan yang lebih baik dan mudah bagi setiap insan manusia.



Saya mencintai Bali. Saya sering berlibur dan bahkan sempat tinggal selama bertahun-tahun di sana. Karena itu saya merasa prihatin dan khawatir terhadap bencana yang akhir-akhir ini melanda Bali. Gempa bumi bukanlah bencana yang sesungguhnya. Jika mau ditilik, gempa bumi biasanya hanyalah 'warning' atau peringatan bagi masyarakat di suatu tempat untuk berubah, bertobat, dan berdoa lebih baik lagi. Jadi gempa bumi yang terjadi pagi tadi bisa dibilang sebagai penanda bahwa sudah saatnya kita berhenti terlena dalam kehidupan fana dan mulai mencintai alam lagi.
Tulisan ini bukan hanya saya tujukan pada warga Bali semata, tapi juga untuk kalian seluruh pelancong dan pendatang yang singgah maupun menetap di Bali, dan semua orang yang mencintai Bali seperti saya. Mari kita bantu masyarakat Bali untuk mengembalikan Bali pada jalurnya, pada budaya leluhurnya, dan pada keasrian alamnya dengan cara berdoa memohon pada Yang Maha Kuasa untuk meminimalisir bencana yang bisa terjadi di tanah Bali, dan juga daerah lain di seluruh Nuswantara. 

Dan jangan lupa: "usaha tanpa doa adalah kesombongan; doa tanpa usaha adalah kesia-siaan". Marilah kita bersama-sama menjadi pribadi yang lebih benar, lebih bijaksana, dan lebih dekat dengan Sang Maha Pencipta. #kembalikanBaliku #saveBali


Rahayu _/|\_
Victoria Tunggono


P.S. Ada tambahan pesan dari seorang kawan tentang legenda terciptanya Bali. Singkatnya begini:

Pada awalnya diciptakan gunung, kemudian laut. Untuk menghubungkan keduanya diciptakan sungai yang mengaliri air tawar dan menghidupkan tanah di sekitarnya. Dari tanah tumbuhlah tanaman, termasuk bahan pangan untuk dimakan. Kemudian diciptakan binatang dan ternak yang makan dari tumbuhan tadi. Ketika semuanya sudah siap, diciptakanlah manusia yang hidup dengan fasilitas lengkap dari ekosistem alam ini. 

Namun kekhawatiran bangsa manusia telah membuat manusia menjadi serakah dan mengambil lebih daripada yang mereka butuhkan dengan dalih untuk tabungan masa depan. Padahal 60% dari tabungan itu tidak pernah terpakai dan akhirnya menjadi sia-sia. Segala yang berlebihan ini mengurangi harmoni alam dan membuat alam berteriak. 

Jika manusia tetap melakukan apa yang mereka telah lakukan selama seabad terakhir ini pada alam sang penopang fasilitas hidup, alam akan memulai memperbarui dirinya dari awal kembali. Semoga gempa hari ini bukan menjadi pemanasan proses 'reset' ulang, tetapi menjadi peringatan bagi kita manusia untuk hidup lebih ramah terhadap Bumi Pertiwi.


Tulisan ini diambil dari blog saya di www.victoriatunggono.com.
*) title image via emilygosweiler.com.

27 Nov 2016

Serba-Serbi Bali

15:11

Om Swastyastu.

Beda tempat, tentu beda pula adat, kebiasaan dan bahasanya. Kalau kamu baru saja sampai di Bali, jangan kaget dengan cultural shock yang pasti dialami setiap pendatang. Pasalnya pulau yang 90% penduduknya menganut agama Hindu punya rangkaian upacara adat yang mereka lakukan beberapa jam sekali setiap hari, yang mungkin tidak pernah kamu alami di daerah asalmu.

Beberapa pengetahuan ini mungkin bisa membantumu beradaptasi di Bali:
1.
Panggilan umum untuk kakak pria adalah Bli, sedangkan kakak wanita adalah Mbak. Anak laki-laki adalah Gus, anak perempuan Gék atau Iluh. Pria dewasa adalah Ajik atau Bapak, wanita dewasa Mbok atau Ibu. Tapi kalau mau panggil dengan Mas untuk pria atau Mbak untuk wanita, sah-sah aja kok.

2.
Jangan heran dengan nomor acak pada jalanan di Bali, karena awalnya perkotaan di Bali dibangun di atas petak-petak persawahan. Penomoran dibebaskan pada pemilik tanah, yang biasanya bila nomor yang mereka inginkan sudah terpakai, mereka akan menambah kombinasi huruf di belakang. Huruf yang paling sering dipakai adalah X. Tapi kalau di daerah Sanur, X itu punya arti yang lain (coba kamu tanya tetanggamu apa artinya).

3.
Orang Bali, seperti juga orang Yogya, meneruskan budaya leluhur dengan menyebut arah sesuai arah mata angin: kaja (utara/menuju Gunung Agung), kelod (selatan/menjauhi Gunung Agung), kangin (timur), kauh (barat). Jangan heran kalau bertanya arah mereka akan menjawab seperti ini: "Lagi ke Utara 500 meter". Mereka juga menghitung jarak hampir presisi, jadi kamu harus keep up dengan sering-sering cek Google map-mu.

4.
Struktur pemerintahan di Bali sedikit berbeda dengan sistem lain khususnya di Pulau Jawa. Banjar adalah kumpulan beberapa rumah tangga atau setara dengan RT, diketuai Kepala Banjar. Kumpulan beberapa banjar disebut Desa Adat, yang diketuai Kliang Adat untuk urursan internal desa dan Kliang Dinas untuk urusan pemerintahan daerah. Di atas Desa Adat ada Desa atau Perbekelan. Sama seperti di Jawa, kumpulan beberapa desa/perbekelan adalah Kecamatan, dan di atas Kecamatan adalah Kabupaten. Organisasi/asosiasi yang mengatur irigasi desa disebut Subak.

5.
Orang Bali terbiasa berbahasa dengan struktur yang berbeda dengan Bahasa Indonesia. Yang D-M jadi M-D dan begitu pula sebaliknya. Jadi jangan heran kalau struktur bahasa mereka terkesan kacau. Mereka sudah berusaha beradaptasi dengan tidak menggunakan Bahasa Bali.

6.
Jangan pernah menawar harga kalau kamu tidak berniat membeli, terlebih di pasar tradisional. Untuk orang Bali, jika kamu sudah berani menawar harga artinya kamu juga sudah siap membeli.


Nah, selamat menjelajah Pulau Dewata ini!

29 Oct 2016

Tips Cari Kost Di Bali

14:30


Kamu newbie di Bali dan lagi cari kost? Perhatikan beberapa poin di bawah ini:


1. Pertimbangan Lokasi

Ini adalah pertimbangan paling penting, karena lokasi tempat tinggalmu harus dekat dengan pusat kegiatanmu sehari-hari. Yang tidak kalah penting adalah makanan. Kalau kamu bisa dan rajin masak, hampir semua kost di Bali ada dapurnya. Tapi kalau tidak bisa masak, cari tempat kost yang dekat dengan warung makan atau pusat jajanan. Cek lokasi kost terbaik untukmu di sini.


2. Pertimbangan Budget & Fasilitas

Kost standard di Bali hanya menyewakan ruangan. Kalau beruntung, sudah termasuk AC. Tapi kamu harus mengisi kamar dengan furnitur, membayar biaya listrik bulanan dan mencuci pakaianmu sendiri (atau membayar binatu), jadi harap tabah kalau kamu melihat biaya hidup di Bali cukup tinggi ya.

Berikut ini perkiraan harga rata-rata kost di Bali per 2016:
  • Kisaran harga untuk kamar kosong berukuran 15 m2, dan biasanya kamar mandi bersama penghuni lain adalah Rp 400.000-Rp 600.000.
  • Kisaran harga untuk kamar kosong berukuran 18 m2, ada dapur dan kamar mandi di dalam adalah Rp 800.000-Rp 1.000.000.
  • Kisaran harga untuk kamar kosong berukuran 20 m2, ada AC, dapur dan kamar mandi di dalam adalah Rp 1.000.000-Rp 1.200.000.
  • Kisaran harga untuk kamar dengan furnitur standard berukuran 25-30 m2, ada AC, kulkas, dapur dan kamar mandi di dalam adalah Rp 1.500.000-Rp 2.500.000.
  • Kisaran harga untuk kamar dengan furnitur built-in berukuran 25-30 m2, ada AC, dapur dan kamar mandi di dalam, fasilitas umum tambahan seperti tempat parkir mobil, 24h security, wi-fi connection (dan mungkin juga ada kolam renang) adalah Rp 2.500.000-Rp 5.000.000. Kost dengan range harga ini biasanya sudah termasuk biaya listrik per bulan.


3. Pertimbangan Kebersihan

Kebersihan kamar adalah hal paling penting yang mendukung kesehatan lahir dan batin. Kalau cat kamar sudah mengelupas atau berjamur, kamu bisa minta pemilik kost untuk mengecat ulang untukmu dan membersihkan kamar mandi dengan disinfektan. Pastikan tidak ada air menggenang di sekitar kost, dan kamarmu tidak ada celah untuk serangga dan tikus masuk. Pasangkan kawat nyamuk dan semprot kamarmu dengan pembunuh serangga setiap hari. Lebih baik lagi: rawat tanaman lavender atau sereh untuk mencegah nyamuk berkeliaran.

Kalau lingkungan kost-mu sudah bersih, kamu pun harus menjaga kamarmu tetap bersih. Kalau kamu malas, cari kost yang menyediakan layanan kebersihan setiap hari, beberapa hari sekali atau seminggu sekali. Kalau tidak ada, kamu bisa menggunakan jasa layanan kebersihan online yang mudah didapatkan sekarang.


4. Pertimbangan Privasi 

Ada orang yang mencari keramaian, tapi ada juga yang mencari tenang. Ada yang senang dikelilingi banyak orang dan bersosialisasi, ada juga yang tidak suka bertatap muka dengan tetangganya. Untuk pertimbangan privasi, pastikan budget-mu cukup tinggi kalau kamu mau kost yang punya teras pribadi untuk bersantai.

Kalau budget-mu terbatas, berikut adalah tips untuk mendapatkan privasi di tempat kost yang ramai:
  • Biasanya kost di lantai dua atau tiga punya privasi lebih dibandingkan kost di lantai dasar.
  • Cari kamar yang terletak di paling ujung atau lokasi yang tidak banyak dilewati orang lain.
  • Cari kamar yang tidak menghadap ke pintu atau jendela kamar/rumah orang lain.
  • Cari kamar dengan teras depan yang luas
  • Cari kamar dengan tembok pemisah antar teras, kalau bisa dengan pagar.
  • Cari kamar dengan pohon di sekitar. Entah pohon besar atau pohon rambat, tanaman bisa menambah privasimu.
  • Sebelum memilih kamar, perhatikan calon tetanggamu. Ini penting karena lingkungan sekitarmu akan membantu membuatmu betah.
  • Beberapa tempat membolehkan ada anak-anak tinggal bersama di dalam kamar kost. Kalau kamu tidak suka bising, pastikan tempat kost-mu melarang anak kecil.
  • Kalau kamu punya peliharaan, terutama yang bisa berlari seperti anjing atau kucing, pastikan kamu cari kost dengan halaman yang luas dan diperbolehkan oleh pemilik kost. Selalu perhatikan kebersihan peliharaanmu dan jangan biarkan mereka terlalu berisik karena bisa mengganggu tetangga sekitar.


5. Pertimbangan Keamanan

Pertimbangan ini bisa dibilang cukup penting karena kost akan menjadi tempat tinggalmu selama di Bali. Perhatikan sistem keamanan dari pemilik kost: adanya petugas keamanan atau CCTV monitoring di kompleks kost. Perhatikan juga calon tetanggamu dan situasi di sekitar kost (daerah yang aman / rawan pencurian, tembok kost berhadapan dengan lahan kosong / bangunan lain, dll).

Kamu tidak akan pernah tahu kapan hal buruk akan terjadi; jadi tidak ada salahnya untuk senantiasa siaga. Berikut adalah tips tambahan untuk keamanan di dalam kost:
  • Siapkan perlindungan ganda seperti slot pengunci pintu yang bisa kamu tambahkan di bagian dalam pintu.
  • Pastikan pintu dan jendela kamar kost kokoh (kalau bisa jendela berteralis) dan kuncinya berfungsi dengan baik untuk mencegah seseorang mendobrak masuk. 
  • Pastikan pintu dan jendela selalu dalam keadaan terkunci setiap kamu keluar kamar atau tidur di dalam kamar.
  • Pastikan barang berhargamu tidak disimpan dalam jangkauan tangan dekat jendela.
  • Pakai pakaian yang sopan dan berlaku sopan pada tetangga sekitar, terutama ketika kamu melewati jalan menuju kost.


6. Pertimbangan Lahan Parkir

Semua tempat kost menyediakan lahan parkir cukup luas untuk sepeda motor, tapi pilihanmu terbatas jika kamu punya mobil. Jangan lupa perhatikan akses jalanan menuju tempat kost-mu. Pastikan jalanannya muat untuk minimal satu mobil; terutama untuk loading/unloading barang ketika pindahan.


7. Pertimbangan Sinyal & Wi-Fi

Mungkin hal ini tidak begitu kamu perhatikan ketika mencari kost, tetapi ketika menjalani kehidupan sehari-hari kamu akan merasa bahwa hal ini sangat penting. Kalau kost-mu tidak menyediakan koneksi internet gratis, cari lokasi yang setidaknya kuat sinyal. Kamu bisa mengaktifkan hotspot dari ponselmu, membeli portable wi-fi / mini wi-fi (mi-fi), atau memasang sambungan internet cable sendiri. Pastikan lokasimu berada dalam jangkauan provider internet pilihanmu.


8. Peraturan Kost

Biasanya kost di Bali tidak memberlakukan peraturan yang terlalu macam-macam. Kost di Bali biasanya unisex alias membolehkan penghuni pria dan wanita. Kalau kamu mau share kamar dengan kawan, pastikan pemilik kost membebaskan jumlah penghuni. Perhatikan jam malam jika ada, atau peraturan lain yang ada. Yang paling penting: bayar biaya kost tepat waktu, kalau bisa sebelum ditagih. Jika kamu mengikuti peraturan dan kewajibanmu sebagai penghuni kost, hubungan dengan pemilik kost bisa terjalin baik dan kehidupanmu bisa jadi lebih mudah.



KOST HUNTING TIPS

Ada beberapa cara untuk mencari kost di Bali. Kamu bisa praktikkan salah satu atau ketiga-tiganya:
  • Cara terbaik untuk mencari kost di Bali adalah bertanya pada teman atau rekan kerja, terutama untuk mendapatkan tempat yang nyaman dan strategis, juga dekat dengan tempat kerja. Selain itu, kamu bisa merasa lebih aman karena setidaknya sudah ada teman yang kamu kenal di kost itu.
  • Cara lain untuk mencari kost adalah dengan blusukan sendiri, ketuk pintu dan tanyakan pada salah satu penghuni atau penjaga. Kebanyakan kost di Bali terletak di gang yang hanya muat satu mobil, jadi jangan ragu untuk jajal setiap jalan kecil yang kamu temui. Walau berada di jalan kecil, biasanya tempat kost punya halaman cukup luas untuk parkir beberapa mobil dan motor. Jangan lupa, tanyakan info keadaan kost pada penjaga/calon tetangga, karena kamu bisa mendapatkan keterangan lebih lengkap tentang situasi sehari-hari di sini.
  • Cara terakhir dan paling mudah adalah mencari di situs pencarian kost. Kamu bisa lebih yakin ketersediaan kamar kosong sesuai budget-mu, dan cek sendiri ke lokasi untuk meyakinkan kalau kamar itu tepat untukmu.


* Special Tips!

Kalau kamar kostmu pakai token PLN, perhatikan selalu saldo daya listrik di layar mesin. Jika jumlahnya kurang dari 5 kWh, mesin akan berbunyi. Mungkin kamu tidak sempat membeli pulsa prabayarnya, tapi kamu bisa mematikan bunyi alarm dengan menekan salah satu tombol. Setidaknya itu memberimu waktu beberapa jam untuk membeli pulsa. Jangan sampai kamu dibenci tetanggamu karena lupa membeli pulsa.

Coba cek di sini:

Nah, semoga kamu dapat tempat kost terbaik di Bali!

23 Oct 2016

Tips Nyetir Sepeda (Motor) Di Bali

00:26


Kalau kamu sudah jago nyetir sepeda motor, skip aja tips ini. Tapi kalau kamu sama sekali belum pernah 'menyentuh' sepeda motor, ini dia tips untuk kamu. Pada hakekatnya sih sama saja dengan naik sepeda (gayung)*. Keseimbangan sangat diperlukan di sini. Next step, koordinasi tangan dan kaki juga diperlukan, terutama untuk motor bebek dan motor lain dengan kopling.

Untungnya saat ini sudah banyak motor matic yang mudah digunakan. Logikanya seperti naik boom boom car, kok. Cuma tinggal putas handle gas untuk maju, lalu kendalikan arah dengan stang. It's easy peasy!

Beberapa tips ini penting untuk kamu baca sebelum berkeliaran dengan sepeda motor di Bali nih:


1. Pastikan kamu punya SIM C.

Kalau belum punya, bikinnya gampang di Polres atau juga sudah tersedia layanan pembuatan SIM online. Pastikan juga surat-surat motor lengkap, sekalipun itu motor pinjaman atau sewaan. Perlu diketahui ada banyak razia sepeda motor di jalan-jalan penting di Bali, terutama area Denpasar. Catat nomor telepon penyewaan motor di ponselmu dan simpan bukti sewanya. Jadi jika ada masalah di jalan atau dalam keadaan darurat, kamu mudah menghubungi pemilik penyewaan motor.


2. Pakai helm setiap saat.

Walau kadang rasanya mengganggu atau ribet, helm adalah satu-satunya pengaman ketika berkendara dengan motor. Tidak seperti dengan mobil yang melindungi penumpang dengan body-nya, motor tidak punya penghalang jika tubuh terhempas dari kendaraan. Karena itu, penting bagi semua pengendara sepeda motor untuk selalu memakai helm bersertifikat SNI dan pakaian lengkap yang melindungi tubuh. Kalau helm yang kamu gunakan milikmu sendiri, jangan lupa dicuci 3-6 bulan sekali ya!


3. Kaki selalu sigap menapak.

Karena hanya beroda dua, motor sangat mudah terguncang atau hilang keseimbangan. Pastikan salah satu kakimu selalu sigap untuk menapak, atau menjaga keseimbangan ketika motor bergerak perlahan. Mungkin terdengar sulit, tapi ketika dipraktikkan semua akan berjalan alami kok. Koordinasi tubuh dan refleks yang baik akan terlatih dengan banyak belajar. Practice makes perfect! 


4. Perhatikan tumpukan atau sebaran pasir.

Pasir adalah musuh utama pengendara sepeda motor, karena bisa menyebabkan ban selip dan mengganggu keseimbangan motor. Kalau tumpukan pasir ini tidak bisa dihindari, lewati perlahan dan jangan ngebut. Dan kalau ketemu lubang, jangan pernah mengerem atau 'banting stir' ke arah lain. Maju saja terus ke depan, tapi lepas gas untuk mengurangi laju dan meminimalisir benturan. Kalau istilah kekiniannya: lemesin aja!


5. Perlahan kalau hujan.

Mungkin kamu lagi buru-buru atau panik ga bawa jas hujan makanya maunya ngebut ketika mulai hujan. Tapi ini salah. Aspal yang basah membuat jalan cenderung lebih licin, dan kamu akan kesulitan melihat tumpukan pasir atau lubang yang ada. Tancap gas sepeda motor ketika hujan adalah hal terakhir yang boleh kamu lakukan. Amannya, berteduh saja sampai hujan reda. Kalau toh kamu harus meneruskan perjalanan, pakai jas hujan dan pastikan kamu tidak kedinginan terkena air hujan. Sekali lagi: kurangi kecepatanmu di saat hujan!



6. Manfaatkan pepohonan ketika panas.

Udara panas bisa terasa menyengat di kulit dan membuat warna kulit jadi belang. Jadi pintar-pintarlah mencari pepohonan rindang dan berlindung di bayangannya ketika kamu harus berhenti. Lumayan kan kalau ngga usah ikut bergerombol berpanas-panasan di garis depan lampu merah.


7. Menyetir itu intinya menjaga kebodohan orang lain.

Ngga peduli seberapa jagonya kamu ngebut atau menyalip, skill nyetir di jalanan yang sesungguhnya adalah ketika kamu bisa waspada terhadap situasi di sekitarmu. Kamu harus bisa mengira-ngira arah/tindakan kendaraan lain dan menjaga agar kamu terhindar dari itu. Juga, supaya kamu tidak merugikan orang lain yang ada di jalanan itu. Hal terakhir yang harus kamu perhatikan adalah apapun yang ada di belakangmu, jadi fokuskan lebih pada apa yang ada di depan dan kanan-kirimu.


8. Bawa kain pantai

Buat cewek-cewek: selalu bawa kain pantai di bagasi. Kain ini punya multiguna: jadi alas duduk di pasir kalau ke pantai, jadi sarung yang melindungi kulit kaki jika pakaianmu terlalu minim (selain untuk melindungi dari paparan sinar matahari juga untuk menjaga kesopanan berpakaian di tempat ramai), atau jadi jaket darurat jika diperlukan.


Nah, sekarang tinggal sering-sering latihan untuk melancarkan skill-mu. Safe drive ya!


*) Sepeda gayung adalah istilah yang digunakan orang Bali untuk menyebut sepeda/sepeda kayuh. Jika orang Bali menyebut 'sepeda' biasanya mereka merujuk pada 'sepeda motor'.

#JaenIdupDiBali

Ini bukan guide untuk wisatawan.
Ini guide bagi perantau, backpacker dan turis ber-budget yang tinggal di Bali.
Ini adalah wadah para pendatang bertukar info tentang Bali.

*) Jaen idup di Bali = Enak hidup di Bali!

Recent

Random