Showing posts with label alam. Show all posts
Showing posts with label alam. Show all posts

23 Mar 2017

Bali Sudah Bukan Surga Lagi

00:20

"Gempa bumi!!!"

Mungkin seruan ini mulai sering terjadi akhir-akhir ini di Bali. Aneh. Pulau Dewata yang konon diberkati karena keintiman hubungan masyarakat dengan alamnya akhir-akhir ini sering mengalami bencana; mulai dari longsor sampai gempa bumi. Apakah yang sebenarnya terjadi?

Izinkan saya mengutip tulisan dari buku "Mati Tidak Berarti Pergi" karya Herwiratno terkait masalah bencana alam:

"Alam raya mulai muak atas berbagai perilaku buruk manusia yang tinggal di atasnya, terutama perilaku semena-mena terhadap alam. Alam raya berencana akan 'mengatur ulang' kehidupan di atasnya. Caranya.. ya, dengan bencana besar!"

Jika kita mengingat ke belakang, ribuan tahun lalu Tuhan Allah memberi bencana air bah karena muak dengan sikap dan perilaku manusia yang buruk di jaman Nabi Nuh. Tapi Tuhan tetap menyisakan kehidupan di dunia ini karena percaya ada kebaikan pada diri manusia. Pada kasus Nabi Nuh, segelintir manusia terpilih dan sepasang binatang dibiarkan untuk meneruskan keberlangsungan kehidupan di bumi ini.

Lalu jika bencana besar ini terjadi di jaman kita hidup pada saat ini, apa yang harus kita lakukan? Bumi Nuswantara telah mengalami banyak bencana pahit yang menelan ribuan korban jiwa. Entah dalam bentuk tsunami, gunung meletus, banjir longsor, dan lain sebagainya. Jika kita perhatikan, lokasi tempat bencana-bencana ini terjadi adalah lokasi yang penduduknya cukup ekstrem dalam menyikapi suatu hal, terutama dalam permasalahan agama, berkeperimanusiaan, dan sikap mereka terhadap alam.

Seperti kita ketahui, Bali terkenal aman dan diberkati karena menjadi salah satu daerah di Indonesia yang masih menghargai alam dan melaksanakan ritual budaya leluhur. Tapi kenapa akhir-akhir ini banyak bencana terjadi di Bali, terutama gempa berskala 6.4 SR (sumber lain mengatakan 5.6 SR) yang terjadi pagi tadi (22/3/17, 07:10 WITA)?

Mungkin kalian sering mendengar istilah "Bali sudah tidak seindah dulu". Entah dari tahun '70an atau di tahun 2017, istilah ini tetap relevan terutama bagi kami para penghuni yang tinggal di Bali. Ini menjadi pertanda bahwa Bali mengalami perubahan, seringkali dan cepat sekali. Perubahan-perubahan di Bali mungkin bisa jadi perubahan tercepat di seluruh Bumi Nuswantara, karena banyaknya investor, turis dan imigran di Bali. Apa yang terjadi? Apa yang telah kita lakukan pada Ibu Pertiwi?

Bali kehilangan satu per satu asetnya. Awalnya tanah yang diperjual-belikan pada pendatang dan investor domestik maupun asing. Persawahan disulap menjadi perhotelan, dan seakan tanpa kendali hijau alam Bali berubah menjadi kelabu beton. Jumlahnya membabi buta, bahkan Bali mengalami over-supply hotel, villa dan resort yang malah menghilangkan inti wisata itu sendiri. 
  
Green zone (lahan hijau) yang seharusnya dipertahankan kini berlomba dibangun menyalahi izin tertulis. Tempat-tempat suci kehilangan energinya karena pembangunan dilakukan tanpa seizin alam. Perkembangan yang terlampau cepat ini seperti penjajahan yang dilakukan terhadap tanah warisan leluhur tanpa toleransi maupun kompensasi.
Wilayah perkotaan di Bali sudah tak ada bedanya dengan perkotaan di pulau lain dengan hiruk-pikuk dan kemacetan yang merajalela di siang hari. Malam hari di Bali sudah tak ada khusyuknya karena dentuman musik keras terdengar di mana-mana yang mengganti kericau jangkrik dan kodok. Bali pun kehilangan faunanya. Sekitar sembilan ribu anjing dieksekusi dengan dalih penyakit rabies. Bagaimana kabar anjing Kintamani sebagai salah satu ras asli anjing di dunia ini? Bali sudah tak lagi ramah lingkungan. Sampah bertumpuk di pinggir jalan dan berserakan di tempat wisata.

Bali juga kehilangan inti sari budayanya. Bisa kita hitung sekarang berapa banyak anak muda Bali yang masih paham dan tetap setia melestarikan budaya leluhur. Dibandingkan dengan anak muda yang mulai mengadaptasi budaya barat, mungkin jumlahnya hanya 1:1000. Budaya dengan mudahnya diperjualbelikan, sekadar untuk tontonan tanpa ada maknanya lagi. Segalanya bisa dibeli dengan uang.

Bali sudah bukan milik masyarakat suku Bali lagi, tapi milik turis dan imigran yang tidak paham / peduli pada tatanan budaya leluhur. Mereka menguasai seni budaya dan menikmati kedamaian alam Bali, tapi hanya di permukaannya saja. Mereka mencampurkan budaya dari tempat asal masing-masing dengan budaya Bali tanpa lagi mengindahkan aturan yang ada. Dan masyarakat Bali membiarkannya; menyaksikan punahnya budaya dalam diam dan bahkan terlena dalam prosesnya.

Lalu apa yang tersisa dari Bali untuk generasi mendatang? Dan apa yang harus kita lakukan untuk mencegahnya? Mungkinkah Tuhan berniat memperingatkan manusia dengan membuat gegar tanah yang dielu-elukan sebagai paradise (surga) sehingga banyak masyarakatnya yang bersikap jumawa karena merasa sebagai penduduk pulau yang paling diberkati para Dewata?

via balipost

Walau mungkin sudah sedikit terlambat, sekarang tetap lebih baik daripada nanti. Kita pun bisa memulainya dari diri sendiri dengan hal-hal kecil, di antaranya:

1. Menjaga kebersihan, termasuk membuang sampah di tempatnya, mendaur ulang dan membersihkan pantai, hutan, gunung dan sungai. Jika pergi berlibur hendaknya kita membawa sampah kita sendiri dan yang kita temui di sekitar dan membuang di tempatnya. Bawa kantong untuk sampah ke mana pun kamu pergi, tempatkan kotak sampah di dalam mobil, gunakan plastik ramah lingkungan jika tidak bisa menghindari penggunaan plastik, gunakan tas kain ketimbang plastik, dst. Hal-hal kecil ini bisa berpengaruh besar jika semua orang melakukan hal yang sama. Setuju?

2. Stop menjual Bali. Biasanya orang tua mewariskan tanah bagi anak-cucu untuk tempat tinggal dan supaya dipergunakan untuk hal-hal baik. Sementara itu biaya kehidupan sehari-hari selayaknya didapatkan dari hasil bekerja dengan jerih payah sendiri. Jika tanah dijual hanya semata-mata karena nilai uang besar yang menjanjikan, jika uang tersebut dipergunakan untuk hal-hal yang tidak bisa dipertanggungjawabkan, maka warisan orang tua pun lenyap tanpa guna. Sebaiknya cari solusi selain menjual tanah warisan, misalnya dengan menyewakan (leasing) atau bekerja sama dengan investor untuk membuat usaha. Tapi sebaiknya juga tetap ikuti aturan main tertulis maupun tidak tertulis yang berlaku di tanah Bali.

3. Mengembalikan pada alam. Alam Bali yang tadinya masih segar dan perawan kini penuh dengan jejak ikut campur manusia. Alam memang menyediakan dirinya untuk dinikmati manusia, tapi sampai batas manakah kenikmatan itu bisa kita ambil? Sepertinya kita perlu lagi menerapkan sistem "mati satu tumbuh seribu" di mana setiap kali kita mengambil sesuatu dari Bumi sekiranya kita mengembalikan sesuatu sebagai kompensasi. Misalnya ketika membangun rumah, sekiranya kita biarkan ada lahan hijau untuk penyerapan, adakan penanaman pohon dan tanaman lain di sekitar rumah, menyediakan saluran air yang layak, dsb. Dan setiap pohon yang kita tebang selayaknya kita tanam lagi pohon lain supaya generasi mendatang pun bisa tetap menikmati keindahan alam.

4. Introspeksi diri. Sebaik apapun kita membangun fasilitas, bagian terpenting dalam hidup di dunia ini adalah jiwa manusianya. Karena itu, introspeksi diri adalah hal yang wajib dilakukan oleh setiap penghuni Bali, terutama karena saat ini Bali adalah salah satu tujuan warga dunia untuk praktik yoga. Kegiatan meditasi ini sebaiknya dimulai dari mensyukuri berkat karunia Tuhan, memahami tujuan hidup kita sebagai manusia, dan membagikan berkat pada sesama. Dengan menyadari inti sari dan tujuan kehidupan masing-masing, niscaya kita akan lebih peka terhadap suara alam dan pada akhirnya bisa bahu-membahu menyelamatkan alam.
5. Meningkatkan spiritualitas. Ada kesempatan setiap purnama untuk melukat (mandi membersihkan diri di sumber mata air) dan ada banyak praktisi meditasi yang bisa dimintai petunjuk untuk mendekatkan diri pada Tuhan (jika kamu butuh, saya bisa rekomendasikan orang yang tepat kamu temui di Bali.) Mungkin saya tidak punya kata-kata yang tepat untuk hal spiritual ini, karenanya saya sangat menyarankan kalian membaca buku "Mati Tak Berarti Pergi" dan "Hidup Tidak Lenyap Hanya Berubah" karangan Herwiratno untuk setidaknya menyadarkan sisi spiritualitas kita dan sebagai panduan untuk kehidupan yang lebih baik dan mudah bagi setiap insan manusia.



Saya mencintai Bali. Saya sering berlibur dan bahkan sempat tinggal selama bertahun-tahun di sana. Karena itu saya merasa prihatin dan khawatir terhadap bencana yang akhir-akhir ini melanda Bali. Gempa bumi bukanlah bencana yang sesungguhnya. Jika mau ditilik, gempa bumi biasanya hanyalah 'warning' atau peringatan bagi masyarakat di suatu tempat untuk berubah, bertobat, dan berdoa lebih baik lagi. Jadi gempa bumi yang terjadi pagi tadi bisa dibilang sebagai penanda bahwa sudah saatnya kita berhenti terlena dalam kehidupan fana dan mulai mencintai alam lagi.
Tulisan ini bukan hanya saya tujukan pada warga Bali semata, tapi juga untuk kalian seluruh pelancong dan pendatang yang singgah maupun menetap di Bali, dan semua orang yang mencintai Bali seperti saya. Mari kita bantu masyarakat Bali untuk mengembalikan Bali pada jalurnya, pada budaya leluhurnya, dan pada keasrian alamnya dengan cara berdoa memohon pada Yang Maha Kuasa untuk meminimalisir bencana yang bisa terjadi di tanah Bali, dan juga daerah lain di seluruh Nuswantara. 

Dan jangan lupa: "usaha tanpa doa adalah kesombongan; doa tanpa usaha adalah kesia-siaan". Marilah kita bersama-sama menjadi pribadi yang lebih benar, lebih bijaksana, dan lebih dekat dengan Sang Maha Pencipta. #kembalikanBaliku #saveBali


Rahayu _/|\_
Victoria Tunggono


P.S. Ada tambahan pesan dari seorang kawan tentang legenda terciptanya Bali. Singkatnya begini:

Pada awalnya diciptakan gunung, kemudian laut. Untuk menghubungkan keduanya diciptakan sungai yang mengaliri air tawar dan menghidupkan tanah di sekitarnya. Dari tanah tumbuhlah tanaman, termasuk bahan pangan untuk dimakan. Kemudian diciptakan binatang dan ternak yang makan dari tumbuhan tadi. Ketika semuanya sudah siap, diciptakanlah manusia yang hidup dengan fasilitas lengkap dari ekosistem alam ini. 

Namun kekhawatiran bangsa manusia telah membuat manusia menjadi serakah dan mengambil lebih daripada yang mereka butuhkan dengan dalih untuk tabungan masa depan. Padahal 60% dari tabungan itu tidak pernah terpakai dan akhirnya menjadi sia-sia. Segala yang berlebihan ini mengurangi harmoni alam dan membuat alam berteriak. 

Jika manusia tetap melakukan apa yang mereka telah lakukan selama seabad terakhir ini pada alam sang penopang fasilitas hidup, alam akan memulai memperbarui dirinya dari awal kembali. Semoga gempa hari ini bukan menjadi pemanasan proses 'reset' ulang, tetapi menjadi peringatan bagi kita manusia untuk hidup lebih ramah terhadap Bumi Pertiwi.


Tulisan ini diambil dari blog saya di www.victoriatunggono.com.
*) title image via emilygosweiler.com.

4 Jan 2017

Wisata Bukit, Gunung Dan Danau Di Bali

01:32

Bali memang bukan hanya pantai dan tempat clubbing. Kalau kamu suka petualangan yang lebih dekat dengan alam dan menantang, ada sederet nama gunung dan danau yang bisa kamu datangi di Bali. Sebaiknya kamu sewa mobil atau bisa juga touring motor dengan teman-teman ke tempat-tempat ini. Cek list nya di bawah ini:



BANGLI

1. Gunung Batur.

Terletak di Desa Kintamani, Gunung Batur dengan ketinggian 1.717 meter di atas permukaan laut (mdpl) adalah salah satu gunung yang paling terkenal di Bali. Di sepanjang jalan raya kamu bisa menikmati indahnya pemandangan serba biru kehijauan di ketinggian ratusan meter di atas permukaan laut. Berderet restoran menyajikan prasmanan memagari jalan yang menghadap ke danau.

 
Coba berangkat dini hari ke Desa Pinggan dekat Pura Puncak Penulisan untuk menikmati sunrise. Atau turun ke Kedisan dan menyeberangi danau dengan perahu ke Desa Aga Trunyan. Ada makam keramat di sana. Kalau kamu naik motor, usahakan pulang sebelum malam, karena kabut di daerah ini cukup tebal.
 


2. Danau Batur.

Terletak di sebelah timur Gunung Batur, Danau Batur adalah danau kaldera yang menjadi sumber pengairan hampir seluruh Bali, terutama persawahan di sekitar Kintamani. Kamu bisa menyewa perahu untuk ke tengah danau, atau menikmati keindahan danau dari pinggir. Tidak ada water sport di daerah ini, tapi ada hal yang lebih menarik yang setidaknya membuat liburanmu di Danau Batur menarik: kunjungan ke pekuburan terbuka Trunyan!


3. Trunyan.

Trunyan adalah nama sepetak celah di sebelah timur laut Danau Batur, di kaki Gunung Abang, yang hanya bisa dicapai dengan perahu kecil. Kamu bisa bertolak dari sebelah selatan Danau Batur atau dari Desa Aga di timur Danau Batur (lokasi di sini). Trunyan mengambil nama dari pohon Taru Menyan yang dikenal dapat menetralisir bau jenazah. Padahal sekiranya ada 11 jasad warga Desa Aga yang selalu diletakkan berjejer di dekat pohon Taru Menyan dan ratusan tengkorak dipajang di sana.

Ada beberapa syarat jenazah yang boleh diletakkan di Trunyan, yakni orang-orang yang selama hidupnya sudah lengkap mengalami berbagai tahapan hidup: sudah menikah, punya anak, dan tidak kehilangan anggota tubuh. Sementara jasad yang tidak memenuhi syarat akan dikuburkan di Desa Aga. Dan dalam upacara peletakkan jenazah, para wanita tidak boleh memandang kalau tidak mau celaka. Wah!


4. Gunung Abang.

Gunung Abang adalah gunung tetangga Gunung Batur, yang terletak di Desa Kintamani dan merupakan gunung ketiga tertinggi di Pulau Dewata, setelah Gunung Agung dan Gunung Batukaru. Tingginya mencapai 2.252 mdpl, dan menjadi salah satu favorit para pendaki gunung. Kamu bisa mulai mendaki dari Desa Suter yang terletak di selatan Desa Kintamani.


5. Desa Penglipuran.

Desa ini mendapat predikat desa terbersih di dunia dan menjadi objek wisata budaya Bali pilihan UNESCO. Desa Penglipuran terletak di ketinggian 700 mdpl, jadi udaranya juga segar dan bersih. Tanah seluar 112 hektar milik desa adat ini dibagi menjadi tiga bagian: Utara Mandala sebagai tempat kegiatan sembahyang; Madya Mandala berupa pemukiman 70 rumah adat yang berjejer sepanjang jalan utama dari Utara ke Selatan; dan Nista Mandala yang berupa kuburan. Kalau mau berkunjung, cari waktu dekat-dekat hari Galungan dan Kuningan deh. Desa ini akan dihias penjor sepanjang jalan. Tampak meriah!


 
KLUNGKUNG
1. Bukit Belong.

Terletak di Desa Gunaksa, Dawan, Bukit Belong adalah sebuah bukit kecil tempat kamu bisa memandang hamparan sawah dan laut di kejauhan. Kamu cuma perlu mendaki sekitar 150 meter dari jalanan. Cari lokasinya di sini--seharusnya tidak sulit kok menemukan bukit ini. Sebaiknya datang ke sini di pagi atau sore hari supaya tidak terlalu panas. Kalau hari cerah, seharusnya kamu bisa menikmati sunset indah dari atas sini.


KARANGASEM

1. Gunung Agung.

Kalau kamu suka mendaki gunung, ini dia yang kamu cari. Gunung Agung dengan ketinggian 3.031 mdpl adalah gunung tertinggi di Pulau Dewata dengan kawah stratovolcano yang masih aktif mengeluarkan asap dan uap air. Kalau kamu berniat mendaki, ada tiga titik awal yang bisa kamu jajal: Kecamatan Selat di Selatan, Budakeling di Tenggara, atau dari Pura Besakih di Barat Daya. Perhatian: karena Gunung Agung adalah gunung suci bagi umat Hindu, kalau bisa jangan bawa bekal makanan dari daging sapi ya.





 

2. Bukit Asah


Bukit Asah terletak di Desa Bugbug, tak jauh dari Virgin Beach (lokasi di sini). Dari bukit ini kamu bisa menikmati pemandangan laut, termasuk Nusa Penida di Selatan dan Pulau Lombok di arah Timur-Tenggara. Kalau mau menikmati sunrise, kamu bisa menginap di Candidasa, dan mendaki jam 5 pagi. Ada atol (pulau karang kosong) berbentuk paus yang menarik untuk jadi koleksi foto kamu.



3. Bukit Cinta

Jika kamu senang pemandangan sawah berlatar gunung, Bukit Cinta di Desa Juwuk Manis, Karangasem (lokasi di sini), ini bisa jadi pilihan menarik untukmu, tanpa perlu terlalu susah mendaki gunung. Dini hari adalah waktu yang paling tepat untuk datang ke sini, sambil menunggu matahari terbit tatkala kabut masih tebal membayangi hamparan sawah hijau. Jangan lupa ajak pasanganmu, supaya makin romantis bermesraan di Bukit Cinta.



4. Bukit Mencol

Masih dalam konteks perbukitan, Bukit Mencol, Desa Seraya Timur, yang berada di titik paling timur Bali (lokasi di sini) punya pemandangan lautan menghadap Pulau Lombok. Kalau sudah sampai sini, sekalian aja bermalam di Amed atau Jemeluk. Kamu bisa menikmati sunrise dari horison laut timur, sementara Gunung Agung berada di belakangmu. Kalau sudah begini, lanjut aja snorkeling atau diving di titik shipwreck atau postmail sekalian. Seru! 


5. Bukit Jambul

Bukan cuma Gianyar dan Tabanan yang punya pemandangan sawah terasering yang indah. Bukit Jambul di Desa Pesaban, Rendang, (lokasi di sini) juga punya. Uniknya di atas bukit terdapat sebuah Pura Pucak Sari yang dikelilingi pepohonan. Dari jauh, pura ini tampak seperti jambul. Di kejauhan tampak pemandangan laut--tempat persinggahan yang tepat dalam perjalanan menuju atau pulang dari Pura Besakih. 


6. Desa Iseh


Kalau kamu penyuka seni, maka nama Walter Spies dari Jerman dan Theo Meier dari Swiss tidak asing bagimu. Kedua pelukis ini pernah tinggal untuk waktu yang lama di Desa Iseh, Sidemen (lokasi di sini). Jika kamu penasaran sama objek lukisan kedua maestro tadi, kamu bisa napaktilas di desa ini. Pemandangan sawah, sungai, dan gunung akan menjadi latar indah untuk foto Instagram-mu. Ada juga hotel kecil dan toko souvenir yang menarik untuk dijajal. 


7. Desa Sibetan

Siapa yang tidak suka salak Bali? Kalau kamu salah satu penyuka buah ini, coba kunjungi Desa Sibetan (lokasi di sini). Desa penghasil 14 jenis salak ini berada di ketinggian 400-600 mdpl, dengan pemandangan indah lembah di sekitarnya. Di sini kamu bisa menonton proses panen salak, dan kalau beruntung juga menikmati tarian genjek dan permainan angklung. Banyak penginapan di sini, dan kalau kamu punya banyak waktu, bisa sekalian trekking juga.


8. Pesraman Kekeran (Desa Putung)


Konon orang-orang yang dikucilkan dikirim ke desa ini, karena "putung" berarti "putus". Tapi siapa yang menolak jika tempat pengasingan bisa punya pemandangan seindah Desa Putung (lokasi di sini)? Pemandangan sawah, bukit, dan laut di kejauhan bisa jadi terapi pelipur lara--mungkin cocok untuk kamu yang sedang penat. Konon pula, seorang pelukis Italia yang menikahi wanita Desa Manggis pernah mengabadikan pemandangan di Putung dalam lukisannya, yang kemudian menjadikan kawasan ini terkenal.


9. Desa Tenganan Pegringsingan

Kalau kamu mau tahu kehidupan masyarakat asli Bali, mampir ke Desa Tenganan Pegringsingan ini deh. Desa berpenduduk "Bali Aga" ini adalah desa penghasil tenun Gringsing tradisional yang tidak ditemukan di tempat lain. Tenun unik ini berfungsi sebagai penangkal black magic atau kekuatan jahat. Kamu juga bisa menonton pertunjukan seni khas Tenganan jika waktunya pas. Tapi kalau mau bermalam, pengingapan terdekat ada di Candidasa.



GIANYAR

1. Campuhan Ridge.

Bukit Campuhan terletak dekat jalan raya Sanggingan, sebelah Barat dari Ubud (lokasi di sini). Melihat ketertarikan wisatawan untuk menapaki bukit ini, sudah tersedia track selebar 1,5 meter sepanjang 2 kilometer untuk mempermudah pendakianmu. Masuk dari belakang Hotel Campuhan Ubud, kamu hanya bisa berjalan kaki atau bersepeda di sini. Bukit ini punya nama lain: Bukit Gunung Lebah atau Bukit Cinta, jadi jangan tertukar dengan Bukit Cinta di Karangasem ya!


2. Tegallalang Rice Terraces.


Salah satu keindahan persawahan unik dunia bisa kamu temukan di sini. Desa Ceking, Kecamatan Tegallalang (lokasi di sini) ini memang terkenal dengan sistem terasering di ketinggian 400 mdpl. Kalau kamu bawa uang lebih, kamu bisa belanja souvenir di sepanjang jalan. Kalau kamu ingin bersantai, ada beberapa kedai kopi yang menyuguhkan kopi luwak Bali di sini.







BULELENG

1. Taman Nasional Bali Barat.

Tidak banyak yang bisa diceritakan tentang Taman Nasional ini, walaupun luasnya mencapai lebih dari 19.000 hektar. Pegunungan dan perbukitan menutupi sebagian besar kawasan ini, yang dihias hutan dan sabana. Sebagian besar areal taman ini ditutup untuk umum, tapi kamu masih bisa menikmati wisata alam di bagian Utara seperti Pulau Menjangan, Teluk Terima, Prapat Agung, Bakungan, dan Klatakan. Selain melihat atau berburu foto flora dan fauna, kamu juga bisa snorkeling / diving di Pulau Menjangan.


2. Danau Buyan, Bedugul.

Walaupun masih termasuk dalam kawasan Bedugul, Danau Buyan masuk ke wilayah Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada. Terletak di ketinggian 1.350 mdpl, Danau Buyan terletak berdampingan dengan Danau Tamblingan dan merupakan danau terbesar dari ketiga danau di kaldera Bedugul. Kawasan seluas 1.700 hektar di sekitar danau ini masih rimbun dan dijadikan Taman Wisata Alam (TWA) yang menyenangkan untuk berkemah di Bumi Perkemahan.




3. Danau Tamblingan, Bedugul.

Danau terkecil dari ketiga danau kembar Bedugul ini terletak di sebelah barat Danau Buyan, tepatnya di lereng utara Gunung Lesung, Desa Munduk, Kecamatan Banjar. Pemerintah berusaha mempertahankan wisata alami di sekitar danau ini, terutama karena sejarah danau yang konon merupakan tempat seorang pertapa mengambil air untuk dijadikan obat wabah epidemi yang menyebar di 4 desa sekitar danau. Itu sebabnya terdapat lebih dari 11 pura di sekitar Danau Tamblingan. Kalau mau berwisata air, ada pedahu (perahu penduduk setempat) yang bisa kamu kayuh untuk mengelilingi danau.



TABANAN



1. Danau Beratan, Bedugul.

Danau ini adalah danau pertama di kawasan Bedugul yang akan kamu temui jika kamu berangkat dari arah Selatan (Denpasar). Terletak di ketinggian 1.240 mdpl, danau ini termasuk dalam 20 danau terindah versi HuffingtonPost. Di sini ada beberapa aktivitas yang bisa kamu lakukan, salah satunya adalah memancing, mengayuh kapal angsa, kano, parasailing, dan jet ski. Kalau kamu berencana menginap, pastikan kamu menikmati pemandangan sunrise indah dari Pura Ulun Danu ya!


2. Kebun Raya Eka Karya Bali.

Kebun Raya Bali terletak di sebelah barat Danau Beratan (lokasi di sini). Kebun raya pertama di Indonesia ini luasnya mencapai 157.5 hektar dan terletak di ketinggian 1.250-1.450 mdpl. Kebun Botani ini menampung lebih dari 2.400 jenis tumbuhan, dengan total lebih dari 21.000 spesies. Selain menambah pengetahuan, kebun ini juga cocok untuk lokasi piknik sekeluarga. Cek lengkapnya di sini.


3. Jatiluwih Rice Terraces.

Walaupun kamu sudah pernah ke Tegallalang, kamu tetap harus mampir ke subak (sawah terasering) di Jatiluwih (lokasi di sini). Terletak di ketinggian 700 mdpl, kawasan ini ditetapkan sebagai warisan dunia oleh UNESCO, dengan luas 2.372 hektar. Di sekitar subak terdapat kebun, hutan, dan perumahan yang juga termasuk dalam wilayah warisan dunia ini. Jadi, kawasan ini wajib hukumnya untuk kamu kunjungi!



Perhatian!
Umat Hindu percaya kalau gunung adalah tempat suci karena Para Dewata bersemayam di sini. Itu sebabnya kamu akan menemukan banyak pura di gunung dan bukit. Jadi jaga sikap dan tutur bahasamu jika berwisata ke gunung, bukit dan danau ya!

Selamat bertualang mendaki gunung lewati lembah--jangan lupa kunjungi juga pura dan tempat bersejarah Bali dan beli souvenir untuk kenang-kenangan.

16 Nov 2016

Wisata Air Terjun Dan Sungai Di Bali

21:49

Bosan dengan suasana perkotaan dan pantai di Bali? Kenapa tidak lari ke hutan? Ada banyak hutan yang bisa kamu jajal di Bali, terutama sungai dan air terjunnya yang luar biasa indah. Baru beberapa tahun terakhir wisata air terjun jadi populer di Bali, dan ternyata jumlahnya terus bertambah karena pemerintah daerah baru 'membangun fasilitas' untuk umum dan juga banyak penemuan tak sengaja.

Asiknya, kamu cuma perlu membayar retribusi parkir dan pembangunan fasilitas setempat, alias wisata air ini nyaris gratis!

Mau jadi salah satu penjajal air terjun dan sungai di Bali? Yuk, jajal satu per satu daftar di bawah ini:


GIANYAR
  • Air Terjun Kanto Lampo, Desa Beng. Mudah diakses. Lokasi di sini.
  • Air Terjun Goa Rang Reng, Banjar Gitgit, Bakbakan. Tidak terlalu sulit untuk dicapai. Ada gua suci yang dipercaya airnya bisa untuk melukat. Lokasi di sini.
  • Air Terjun Tegal Tugu, Tegal Tugu. Lokasi di sini.
  • Air Terjun Tegenungan, Kemenuh. Bisa juga untuk melukat di sini. Lokasi di sini.
  • Hidden Canyon Beji Guwang, Sukawati. Lokasi di sini.
  • Tukad Batu Akik, Ubud. Lokasi di sini.
  • Tukad Ayung, Sayan. Bisa rafting di Toekad Rafting, Paradise Rafting atau Sobek.
    Lokasi di sekitar sini.
  • Goa Laban Belanda, Banjar Sindhu, Sayan. Ada gua-gua tempat bersemadhi. Lokasi di sekitar sini.


BANGLI
  • Air Terjun Tibumana, Apuan, Bangun Lemah. Lokasi di sini.
  • Air Terjun Yeh Empel, Apuan, Bangun Lemah. Lokasi di sini
  • Air Terjun Bunutin, Desa Bunutin, Kintamani. Bisa melukat di sini.
  • Air Terjun Dusun Kuning, Desa Taman Bali. Air terjunnya setinggi 25 meter. Lokasi di sini.
  • Rainbow Canyon, Tembuku Kaja. Lokasi di sekitar sini.
  • Air Terjun Tukad Cepung, Tembuku Kaja. Lokasi di sini.
  • Green Canyon, Tembuku Kelod. Lokasi di sekitar sini.
  • Air Terjun Tangkup, Tembuku Kelod. Lokasi di sini.


KLUNGKUNG
  • Tukad Melangit, Bakas. Bisa diakses melalui Bakas Levi Rafting. Lokasi di sini.
  • Tukad Yeh Unda, Dawan. Air terjun tirai yang lebar, sering dijadikan lokasi foto pre-wedding. Lokasi di sini.
  • Air Terjun Peguyangan, Nusa Penida. Air terjun yang langsung menuju laut. Untuk mencapainya harus menapaki 460 anak tangga sempit sepanjang tebing. Lokasi di sini.


KARANGASEM


BULELENG
  • Air Terjun Gitgit, Desa Gitgit, Sukasada. Air terjun setinggi 48 meter ini salah satu air terjun pertama yang dibuka untuk umum di Bali. Banyak penjaja makanan dan minuman di kawasan sekitar. Lokasi di sini.
  • Air Terjun Campuhan/Kembar, Desa Gitgit, Sukasada. Diapit 2 tebing, air terjun kembar ini juga merupakan pertemuan dua aliran air. Lokasi di sini.
  • Air Terjun Mekalongan, Desa Gitgit, Sukasada. Merupakan lanjutan dari air terjun Kembar. Lokasi di sini.
  • Air Terjun Bertingkat, Desa Gitgit, Sukasada. Ada jembatan dan pembatas di tiga tingkat air terjun ini. Lokasi di sini.
  • Air Terjun Colek Pamor, Desa Gitgit, Sukasada. Biasa dijadikan tempat trekking karena berada di tengah hutan dan sulit ditemukan. Lokasi di sini.
  • Air Terjun Lemukih, Desa Lemukih, Sawan. Ada 3 air terjun, yang tertinggi hanya 4 meter. Mudah dicapai. Lokasi di sini.
  • Air Terjun Sekumpul, Nyuh, Lemukih. Ada 7 air terjun besar dengan ketinggian hampir 100 meter dan beberapa air terjun kecil, salah satunya bisa untuk bersemadhi. Untuk mencapainya kamu harus menuruni ratusan anak tangga. Tingkat kesulitan paling tinggi. Lokasi di sini.
  • Air Terjun Munduk, Munduk, Banjar. Jalan kaki sejauh 200 meter. Lokasi di sini.
  • Air Terjun Melanting, Munduk, Banjar. 1 km dari Munduk, lalu jalan kaki sejauh 500 meter. Lokasi di sini.
  • Air Terjun Golden Valley, Munduk, Banjar. Lokasi di sini.
  • Air Terjun Gobleg, Banyuatis, Banjar. Lokasi di sini.
  • Air Terjun Carat, Desa Tamblang, Kubutambahan. Ada 2 air terjun setinggi 100 meter. Hanya bisa dilihat dari kejauhan karena terkenal angker. Lokasi di sekitar sini.
  • Air Terjun Kroya, Sambangan, Singaraja. Lokasi di sini.
  • Air Terjun Dedari, Sambangan, Singaraja. Lokasi di sekitar sini.
  • Air Terjun Cemara, Sambangan, Singaraja. Lokasi di sekitar sini.
  • Air Terjun Canging, Sambangan, Singaraja. Lokasi di sekitar sini.
  • Air Terjun Pucuk, Sambangan, Singaraja. Lokasi di sekitar sini.
  • Air Terjun Tembok Barak, Sambangan, Singaraja. Lokasi di sini.
  • Air Terjun Aling-Aling, Sambangan, Singaraja. Air terjun setinggi 35 meter yang bisa dijadikan tempat seluncuran/perosotan air. Lokasi di sini.
  • Air Terjun Kembar, Sambangan, Singaraja. Lokasi di sini.
  • Kolam Secret Garden, Sambangan, Singaraja. Dekat air terjun Aling-Aling. Lokasi di sini.
  • Air Terjun Bumi Yatra, Wanagiri, Bedugul. Lokasi di sini.
  • Air Terjun Banyumala, Wanagiri, Bedugul. Air terjun kembar yang sulit dicapai. Salah satu air terjun tertinggi di Bali. Lokasi di sini.
  • Air Terjun Wana Ayu, Pegadungan, Sukasada. Lokasi di sini.
  • Air Terjun Jembong, Sukasada. Berada di antara perkebunan kakao. Bisa untuk bersemadhi di sini. Lokasi di sini.
  • Air Terjun Yeh Mempeh, Desa Les. Salah satu air terjun tertinggi di Bali. Lokasi di sini.
  • Air Terjun Singsing, Temukus, Banjar. Ada monumen Belanda dan bisa memandang ke Pantai Lovina. Lokasi di sini.


JEMBRANA
  • Air Terjun Juwuk Manis, Manggissari. Ada 2 air terjun setinggi 4 meter tapi bisa berendam di kolamnnya. Di antara perkebunan kopi dan cengkih. Agak sulit dicapai, jalannya jauh dan curam. Lokasi di sini.


TABANAN
  • Air Terjun Blahmantung/Blemantung, Pujungan, Pupuan. Ada 3 air terjun, yang paling tinggi 50 meter dan salah satu air terjun tertinggi di Bali. Kalau beruntung, kamu bisa mencium aroma kopi! Lokasi di sini.
  • Air Terjun Nungnung, Sangeh. Air terjun setinggi 50 meter dan untuk mencapainya kamu harus menuruni 500 anak tangga. Salah satu air terjun tertinggi di Bali. Tingkat kesulitan tinggi. Lokasi di sini.
  • Air Terjun Pengempu, Seribupati, Cau Blayu, Marga. Air terjun setinggi 20 meter ini dikelilingi tebing sehingga suasananya terasa lebih romantis. Lokasi di sini.
  • Air Terjun Yeh Ho, Batu Luwih Kawan, Jatiluwih, Penebel. Tidak terlalu tinggi tapi bisa sekalian wisata memandang sawah terasering di sekitarnya. Lokasi di sini.
  • Air Terjun Pantai Melasti, Tanah Lot. Ada air terjun kecil dari tebing, jalan kaki 15 menit dari Tanah Lot. Bisa sekalian menikmati sunset. Lokasi di sini.


Keterangan.
  • Tukad = Sungai.
  • Melukat = Kegiatan membersihkan diri baik secara sekala dan niskala.

Jangan lupa bawa baju ganti dan action cam-mu untuk mengabadikan semua petualangan seru ini ya!

7 Nov 2016

Wisata Pantai (Gratis) Di Bali

18:29


Perlu refreshing ke pantai? Jangan khawatir, ada banyak sekali pantai di Pulau Dewata ini, jadi kamu bisa pilih satu setiap akhir minggu dan tetap tidak akan kehabisan tempat baru selama berbulan-bulan.

Juga, wisata ini nyaris gratis untuk kamu yang sedang menghemat karena kamu cuma perlu bayar biaya retribusi/parkir, lalu bebas menggelar kain pantaimu unutk berjemur. Kamu bisa bawa makanan dan minuman, juga peralatan snorkeling sendiri kalau tidak mau belanja/menyewa di tempat. Kalau tidak mau repot, biasanya ada penjaja lokal yang siap dengan minuman dingin atau menawarkan massage.

Tapi ingat: jangan pernah nyampah ya. Persiapkan kantong plastik khusus untuk mengumpulkan sampah-sampahmu, supaya bisa dibuang di tempat sampah nantinya. Let's keep Bali clean!

Berikut ini beberapa pantai yang paling digemari untuk berwisata di Bali:


KUTA SELATAN

Benoa
  • Tanjung Benoa. Tempat water sport. Pasirnya putih kecokelatan dan lembut.

Nusa Dua
  • Pantai Gunung Payung. Pasirnya putih dan lembut.
  • Pantai Mengiat. Banyak tamu hotel bintang lima yang main air atau sun-tanning di sini. Pasirnya putih dan lembut.
  • Waterblow. Masuk dari dekat Grand Hyatt Hotel. Berbentuk karang, hati-hati basah kena cipratan air.

Kutuh - Bali Cliff
  • Pantai Pandawa. Jalanannya ramah untuk bus besar dan banyak turis Asia dan domestik. Pasirnya putih seperti kerikil.
  • Pantai Green Bowl. Tempat untuk sun-tanning. Harus turun ratusan tangga ke bawah. Ada gua yang menarik untuk dieksplorasi di ujung barat pantai. Pasirnya putih seperti kerikil.
  • Pantai Karma Kandara. Kalau mau hemat, ada jalan setapak kecil di samping tembok Karma Kandara, tapi harus turun ratusan anak tangga ke bawah. Pasirnya putih seperti kerikil.

Uluwatu
  • Pantai Suluban. Desa para surfer. Tempat untuk pro surfing dan sunset-an. Harus turun ratusan anak tangga ke bawah tapi banyak warung di antaranya, jadi bisa rehat sejenak sambil memandang lautan Selatan. Ada gua Suluban yang menarik untuk dieksplorasi di dasar tebing. Pasirnya putih seperti kerikil.
  • Pantai Bingin. Tempat untuk pro surfing dan sun-tanning dan sunset-an. Banyak backpacker. Harus turun ratusan anak tangga ke bawah, tapi ada beberapa penginapan di antararanya, jadi bisa rehat sejenak. Pasirnya putih seperti kerikil.
  • Dreamland. Wisata turis Asia dan domestik. Pasirnya putih seperti kerikil.
  • Pantai Balangan. Tempat untuk pro surfing, sun-tanning dan sunset-an. Banyak backpacker. Harus turun puluhan anak tangga ke bawah. Ada banyak karang. Pasirnya putih seperti kerikil.

Jimbaran
  • Pantai Tegal Wangi. Tempatnya foto pre-wedding dan sunset-an. Harus turun ratusan anak tangga ke bawah. Ada banyak karang. Pasirnya putih kecokelatan dan lembut.
  • Pantai Jimbaran. Banyak deretan restoran seafood dengan meja-kursi di atas pasir. Pasirnya kecokelatan dan lembut.
  • Pantai Kedonganan. Banyak deretan restoran seafood dengan meja-kursi di atas pasir. Pasirnya kecokelatan dan lembut.
  • Pantai Kelan. Persis di sebelah bandara, tempat sunset-an sambil nonton pesawat landing dan take-off.


KUTA
  • Pantai Kuta. Wisata turis Asia, Australia dan domestik. Tempat untuk surfing, sun-tanning dan sunset-an. Banyak beach lounge dan payung, juga surf board dan body board yang disewakan. Penjaja lokal menawarkan temporary tattoo, massage, kepang rambut dan hias kuku. Pasirnya kecokelatan dan halus.
  • Pantai Legian. Tempat untuk surfing, sun-tanning, main frisbee, beach volley, dsb dan sunset-an. Banyak beach lounge dan payung, juga surf board dan body board yang disewakan. Penjaja lokal menawarkan temporary tattoo dan massage. Pasirnya kecokelatan dan halus.
  • Pantai Seminyak. Tempatnya surfing dan sunset-an. Banyak beach lounge atau bean bag dan payung yang disewakan. Pasirnya cokelat keabuan dan halus.
  • Pantai Petitenget. Tempatnya surfing dan sunset-an. Banyak penjual makanan sate babi, jagung bakar atau jajan Bali di pelataran parkir. Ada pura, jadi suka ada upacara adat di waktu-waktu tertentu. Pasirnya abu-abu dan sangat halus.
  • Pantai Batu Belig. Tempatnya surfing dan sunset-an. Pasirnya abu-abu tua dan sangat halus.

Canggu
  • Pantai Berawa. Tempatnya surfing dan sunset-an. Pasirnya abu-abu dan sangat halus.
  • Pantai Batu Bolong/Echo Beach. Tempat untuk surfing, sun-tanning dan sunset-an. Banyak bean bag dan payung yang disewakan. Ada deretan restoran/beach bar. Ada pura, jadi suka ada upacara adat di waktu-waktu tertentu. Pasirnya abu-abu dan sangat halus.
  • Pantai Pererenan. Pasirnya abu-abu dan sangat halus.


SANUR
  • Pulau Serangan. Tempat wisata penduduk lokal dan ada pelabuhan kapal. Pasirnya putih dan seperti kerikil.
  • Pantai Sindu dan Pantai Sanur. Tempat untuk sun-tanning, banyak tamu hotel berbintang, orang tua dan anak-anak. Airnya lebih tenang. Pasirnya abu-abu dan lembut.
  • Pantai Mertasari. Tempat untuk stand-up paddling. Ada pura, jadi suka ada upacara adat di waktu-waktu tertentu. Pasirnya abu-abu dan lembut.


GIANYAR
  • Pantai Ketewel. Pasirnya abu-abu tua berkilauan, halus dan mengandung magnet.
  • Pantai Keramas. Tempatnya night surfing mulai jam 8 malam. Ada lampu sorot menyinari ke laut, jadi aman untuk surfing malam. Pasirnya abu-abu tua berkilauan, halus dan mengandung magnet.
  • Pantai Masceti. Tempatnya night surfing mulai jam 8 malam. Ada lampu sorot menyinari ke laut, jadi aman untuk surfing malam. Pasirnya abu-abu tua berkilauan, halus dan mengandung magnet.
  • Pantai Kusamba. Pasirnya abu-abu tua berkilauan, halus dan mengandung magnet.


KLUNGKUNG
  • Pulau Nusa Lembongan-Nusa Ceningan. Banyak tebing dan lagoon. Tempat untuk sun-tanning, snorkeling, diving. Bisa lompat dari tebing ketinggian 15 meter di atas permukaan air laut di Jumping Cliff, Nusa Ceningan. Pasirnya putih dan lembut.
  • Pulau Nusa Penida. Banyak tebing, terutama Pasih Uwug, Crystal Bay dan Angel's Billabong. Tempat untuk sun-tanning, snorkeling, diving. Pasirnya putih dan lembut.


KARANGASEM
  • Pantai Karangasem. Banyak warung kopi lokal. Pasirnya hitam berkilauan, halus dan mengandung magnet.
  • Pantai Whitesand Beach, Padangbai. Tempat untuk sun-tanning. Pasirnya putih dan seperti kerikil.
  • Pantai Virgin Beach, Candidasa. Tempat untuk sun-tanning. Pasirnya putih dan seperti kerikil.
  • Pantai Amed. Tempat untuk snorkeling, diving, sun-tanning. Pasirnya hitam dan besar-besar seperti kerikil.
  • Pantai Tulamben. Tempat untuk snorkeling dan diving. Pasirnya hitam dan besar-besar seperti kerikil.


BULELENG
  • Pantai Lovina. Tempatnya snorkeling, diving, dan lihat lumba-lumba di pagi hari.
  • Pulau Menjangan. Tempatnya snorkeling dan diving.


JEMBRANA
  • Pantai Yeh Leh. Tempat sunset-an. Ada banyak batu kali tersebar di pantai. Pasirnya abu-abu dan seperti kerikil.


Daftar ini akan terus di update, jadi sering-sering mampir ya. Jangan lupa baca juga tips liburan di pantai sebelum berangkat. Nah, selamat mantai!

#JaenIdupDiBali

Ini bukan guide untuk wisatawan.
Ini guide bagi perantau, backpacker dan turis ber-budget yang tinggal di Bali.
Ini adalah wadah para pendatang bertukar info tentang Bali.

*) Jaen idup di Bali = Enak hidup di Bali!

Recent

Random