Showing posts with label ulasan. Show all posts
Showing posts with label ulasan. Show all posts

22 Jul 2017

Kuliner Bali: Aneka Sambal Khas Bali

15:22


Bagi para pecinta sambal, kamu perlu tahu jenis sambal yang menjadi ciri khas Bali. Karena pastinya ga akan lengkap rasanya jika makan tanpa sambal. Hampir di setiap masakan Bali yang disajikan, sambal khas Bali akan selalu menjadi pendamping yang akan menambah nikmat rasa makanannya. Bahkan di beberapa makanan kekinian, sambal khas Bali ini digunakan juga sebagai kondimen untuk menambah cita rasa lho..

Berikut beberapa jenis sambal khas Bali yang menggugah selera :
1. Sambal Matah

Sambal ini merupakan sambal yang sangat populer di Bali. Sesuai dengan namanya, sambal ini menggunakan bahan mentah (tidak ada proses pemasakan terlebih dahulu). Bahan umum yang digunakan dalam sambal matah antara lain bawang merah, bawang putih, cabe rawit, daun jeruk, jeruk, trasi bakar, garam dan minyak kelapa. Semua bahan diiris halus kemudian disiram dengan minyak kelapa yang telah dipanaskan dan siap disajikan. Bahan dan cara pembuatannya simple banget, jadi kamu bisa bikin sendiri sesuai dengan tingkat kepedasan yang kamu inginkan. Ngebayanginnya aja udah ngiler apalagi pas udah jadinya ya.. bisa-bisa langsung disikat abis sambalnya.

Ada beberapa varian sambal matah yang dikenal oleh masyarakat Bali, antara lain sambal matah polos, sambal matah serai (sambal matah polos yang dicampur dengan irisan batang serai), sambal matah bongkot / batang kecombrang (sambal matah polos yang dicampur dengan irisan bongkot).

Sambal matah ga hanya cocok untuk disajikan dengan makanan tradisional Bali aja lho, kamu bisa menambahkan sambal matah di berbagai jenis makanan. Salah satu contohnya adalah Indomie Sambal Matah (salah satu makanan kekinian yang populer dari Warung UpNormal).. Yummy!!


2. Sambal Mbe

Walaupun ga sepopuler sambal matah, namun sambal mbe juga wajib kamu coba. Bahan utama dari sambal mbe ini pada dasarnya sama dengan sambal matah yaitu bawang merah, bawang putih dan cabe rawit yang sudah diiris-iris. Semua bahannya akan digoreng terlebih dahulu untuk kemudian dicampur jadi satu dan diberi terasi bakar serta perasan jeruk nipis. Hmmm..ngebayanginnya aja udah enaknya ya..


3. Sambal Tingkih/Kemiri
 
Kemiri atau Tingkih dalam bahasa Bali merupakan bahan utama yang digunakan selain bahan lainnya seperti bawang merah, bawang putih dan cabe. Khusus untuk kemirinya akan dihaluskan terlebih dahulu sebelum ditumis dan kemudian dicampur jadi satu dengan bahan lainnya. Penambahan kemiri ini pastinya akan membuat sambal tingkih ini memiliki rasa pedas gurih.
Sambal ini berbahan dasar kelapa tua bakar yang diparut atau yang disebut Nyuh dalam bahasa Bali. Kelapa tua akan dibakar diatas api kecil baru kemudian di parut dan dicampurkan dengan bumbu lain yang telah dihaluskan seperti bawang putih, cabe, garam, terasi serta gula Bali.



4. Sambal Nyuh/Kelapa Parut

Sambal Nyuh ini biasanya menjadi campuran dalam serombotan yaitu salah satu kuliner khas Bali yang mirip dengan pecel di Jawa. Serombotan terdiri dari sayuran rebus dan diberi sambal nyuh, taburan kacang. Serombotan sendiri adalah salah satu kuliner khas Klungkung Bali.

Jadi, yang mana pilihan kamu? yang pasti semuanya mantap pedasnya!!

20 Jul 2017

Keliling Indonesia Hanya Dalam Sehari di Taman Nusa Gianyar Bali

15:42

Kalau kamu berada di Bali dan kamu penasaran dengan bagian Indonesia lainnya namun kamu tidak punya cukup waktu untuk mengunjungi 34 Provinsi tersebut dalam liburan kamu, maka kamu bisa langsung menuju Gianyar dan meluangkan waktu sehari untuk mengeksplorasi Taman Nusa.

Berlokasi hanya 45 menit dari Denpasar, tepatnya di Jalan Taman Bali, Desa Sidan Kabupaten Gianyar, Taman Budaya ini dibangun diatas lahan seluas 15 Hektar dengan permukaan tanah yang berkontur. Pengunjung dapat menikmati tradisi budaya, seni dan kerajinan tangan, musik serta arsiktektur dari 34 provinsi yang ada di Indonesia serta menikmati hutan hujan rimbun dan indah yang mengelilingi taman budaya ini.
 
 Museum dan Pintu Masuk Museum

Taman budaya ini menawarkan sentuhan Indonesia dari jaman ke jaman, mulai dari jaman prasejarah, jaman perunggu, jaman kerajaan, desa adat, Indonesia pada awalnya, kemerdekaan Indonesia, Indonesia hari ini sampai Indonesia di masa mendatang. Tur akan dimulai saat kamu memasuki museum dan perpustakaan, dimana diletakkannya beberapa seni dan kerajinan tangan Indonesia beserta video perkenalan yang akan menunjukkan kehidupan nyata dari suku-suku di Indonesia.

 Kamu dapat mencoba untuk memegang patung yang berada di dalam stupa pada replika Candi Borobudur.

Kamu diwajibkan untuk mengikuti jalur-jalur yang telah dirancangkan, mulai dari memasuki Gua jaman prasejarah sampai ke jaman perunggu serta mendengarkan rekaman penjelasan sejarahnya. Taman budaya ini juga memiliki replika dari Candi Borobudur, Candi Budha Mahayana dari abad ke-9 dengan batu-batu yang dikumpulkan dari Gunung Merapi dan dipahat sesuai dengan relief aslinya. Selain memiliki desa adat, taman Budaya ini bahkan juga memiliki Pecinan, Candi Trowulan, Gerbang Sumpah Pemuda dan patung proklamator Indonesia.

 Jalan menuju desa adat

Desa adat sendiri adalah kompleks yang cukup besar dengan 60 rumah tradisional dari seluruh Indonesia yang diposisikan sedemikian rupa sehingga membuat pengunjung merasakan seperti mengunjungi rumah adat dan bertemu dengan orang dari suku aslinya. Walaupun tidak semua rumah ada pemandunya, namun setidaknya kamu dapat melihat penjelasan dan gambar yang tergantung pada dinding eksterior rumah ataupun mendengar rekaman penjelasannya.

Setiap rumah diciptakan kembali sesuai asalnya dan dibangun di atas taman budaya ini, lengkap dengan dekorasi ataupun kerajinan tangannya. Kamu dapat melihat persamaan dan perbedaan dari setiap etnis dan merasakan sentuhan budayanya. Taman budaya ini juga menampilkan monumen terkenal dari beberapa suku yang ada di Indonesia antara lain Kuburan Dinding Gua Londa dari Toraja, Sarkofagus dari Minahasa dan Batak Toba serta tumpukan batu dari tradisi Hombo Batu (lompat batu) Nias.

 Ukiran ornamen kayu dari Kalimantan Barat dalam pembuatan sebuah drum

Di beberapa titik, terdapat pertunjukkan seni yang dapat kamu saksikan, antara lain musik Kolintang dari Toraja, Sulawesi Utara; tari piring dari Mandailing, Sumatra; musik dari Batak Toba, Sumatra; and musik angklung dari Jawa Barat. Terdapat juga demo kerajinan tangan di setiap rumah apabila terdapat pemandu yang berjaga, seperti menenun selendang di Nusa Tenggara; melukis telur di Bali; menjalin keset kaki dan membuat kapal di Sulawesi; bermain engrang dan menenun di Kalimantan Selatan; menenun dan melukis batik di Jawa; dan masih banyak aktivitas budaya lainnya.

Pada setiap pertunjukkan dan demo, kamu juga dapat berpartisipasi ataupun mencoba melakukannya sendiri sehingga kamu dapat ikut merasakan bagaimana suku asli melakukan tradisi mereka.
Kuburan dinding Gua Loda dari Toraja, Sulawesi 

Mengakhiri tur sehari, kamu dapat mengunjungi miniatur diorama kereta api dengan 50 unit lokomotif dan 300 gerbong pada sebuah bangunan modern seluas 200 m2 yang menampilkan sisi Indonesia hari ini. Kamu juga dapat melakukan tur lainnya di dalam perpustakaan dan museum, terdapat beragam tekstil Indonesia yang cantik, baik itu berupa rajutan, tenunan ataupun lukis, batik dan berbagai jenis wayang. Di taman budaya ini juga dijual suvenir yang dapat kamu bawa pulang sebagai kenang-kenangan.

Salah satu objek budaya yang ditampillkan di museum 

Apabila kamu tertarik untuk melakukan tur ini, pastikan kamu membawa uang yang cukup karena kamu tidak diperbolehkan membawa makanan ataupun minuman dari luar. Tersedia restoran dan kios camilan di dalam kompleks dengan harga yang terjangkau, sehingga kamu tidak perlu kuatir mengenai harga maupun makanan atau minuman.

Karcis masuk taman budaya ini untuk anak-anak mulai dari Rp. 230.000 dan untuk dewasa mulai dari Rp. 350.000. Ada biaya tambahan untuk foto kostum tradisional Jawa, makan siang, dan pemandu tur. Harga-harga tersebut berlaku sampai Maret 2017 dan akan ada kenaikan harga sesudah Maret 2017. Taman budaya ini dibuka setiap hari dari jam 9 pagi sampai 5 sore atau kamu juga bisa cek website mereka untuk keterangan lebih lengkap.

11 Apr 2017

Kuliner Bali: Serombotan - Pecel ala Bali

21:21


Kamu suka banget sama pecel? Sepertinya kamu perlu coba deh kuliner khas Bali yang satu ini. Walau bumbu pecel yang digunakan tidak sama persis dengan pecel sayur ala jawa, namun kombinasi sayuran yang digunakan kurang lebih sama dan bahkan sedikit lebih bervariasi dari pada pecel.

Walaupun sudah setahunan saya tinggal di Bali, namun saya belum pernah mencicipi kuliner Bali ini bahkan saya tidak tahu ada kuliner ini di Bali. Saya menemukan kuliner ini saat saya sedang mencari pecel di daerah Jl. Mataram Kuta. Saat saya susuri jalan itu, saya melihat di sebuah warung ada banyak sayuran rebus yang ditampilkan di display sebuah warung. Awalnya saya mengira warung tersebut menjual pecel, namun ternyata mereka menjual Serombotan, yang akhirnya saya juluki pecel ala Bali.

Bukan tanpa alasan saya menjuluki Serombotan sebagai pecel ala Bali, karena komposisinya kurang lebih mirip dengan pecel, namun serombotan lebih bervariasi dari segi varian sayur serta topping. Hal-hal tersebutlah yang membuat saya tertarik dengan Serombotan.

Mirip seperti pecel, serombotan terdiri dari sayuran yang direbus atau dikukus kemudian diberi kuah pecel kemudian ditaburi parutan kelapa berbumbu serta kacang kedelai goreng yang renyah..Yummy pasti ya.. Serombotan menggunakan beberapa sayuran yang umum digunakan seperti kangkung, bayam, kacang panjang dan juga tauge, namun ada jenis sayuran lain yang mungkin tidak pernah digunakan dalam pecel yaitu pare dan terong bulat yang dibelah menjadi pipih.

Penggunaan pare dan terong bulat dalam serombotan menurut saya cukup menarik, karena kedua sayuran tersebut hampir tidak pernah digunakan dalam pecel. Dan yang lebih menariknya lagi, pare yang digunakan dalam serombotan tidaklah pahit seperti yang saya bayangkan. Menurut penjual serombotan, pare diolah sedemikian rupa sehingga tidak menjadi pahit.

Parutan kelapa yang ditaburkan di atas sayuran seakan mengingatkan kita akan kuliner khas Jawa yaitu urap, namun rasanya memang berbeda. Parutan kelapa dalam serombotan dibumbui dengan trasi dan bumbu lainnya sehingga terasa sedikit asin dan gurih. Jika kuah pecel biasanya kental, maka kuah serombotan cenderung encer walaupun memiliki komposisi bumbu yang serupa dan rasanya juga tidak semanis bumbu pecel.

Hal lain yang tidak ditemukan dalam pecel adalah taburan kacang kedelainya yang digoreng kering sehingga terasa kriuk di mulut. Kombinasi dari sayuran, bumbu pecel serombotan, parutan kelapa serta kacang kedelainya cukup unik dan cukup berbeda dari rasa pecel ala Jawa yang cenderung ada manis-manisnya.

Serombotan merupakan hidangan khas Klungkung Bali, namun sudah dikenal luas di seluruh Bali. Walaupun pamornya tidak seperti Babi Guling ataupun nasi campur Bali, namun tetap serombotan memiliki tempat sendiri di pasaran Bali dan mewakili keragaman kuliner Bali.

Serombotan biasanya dijual di tempat makan yang juga menjual tipat cantok, es cincau serta daluman. Biasanya makanan ini cocok untuk dijadikan sarapan atau sekedar camilan di sore hari. Untuk kamu vegetarian atau kamu yang ingin memperbanyak makan sayur-sayuran, sepertinya makanan ini cukup bisa memuaskan dahaga kamu akan sayur-sayuran.

Kamu bisa menemukan serombotan di lokasi-lokasi berikut ini :
  • Gula Bali The Joglo, Jl. Merdeka II No.16, Renon, Denpasar. Open 10.00-18.00
  • Warung Serombotan,  Jl. Mataram, Kuta 
  • Pasar - Pasar tradisional di Bali

3 Apr 2017

Kuliner Bali: Rujak Kuah Pindang - Pecinta rujak wajib coba !!

15:07

Buat kamu pecinta rujak, jangan khawatir karena Pulau Dewata juga punya rujak. Namun lain daerah pasti lain juga jenis rujaknya. Kalau di Jawa kita sering mendengar varian Rujak Cingur, Rujak Bebeg sampai Rujak Juhi, nah kalau di Bali namanya Rujak Kuah Pindang. Pada umumnya rujak memang menggunakan olahan bumbu dan kacang serta kecap. Yang beda dengan rujak khas Bali adalah kuah pindang sebagai bahan utamanya.

Pertama kali saya mendengar Rujak Kuah Pindang, yang pertama terpikirkan oleh saya: pasti amiss banget!!  Walaupun saya pecinta pindang (pindang goreng, tumis, balado ,dll) namun kalau air rebusan pindang dijadikan bumbu rujak, rasanya pasti akan ada amis-amisnya. Well, karena penasaran dan karena banyak yang juga mengatakan kalau rujak ini enak, maka saya memutuskan untuk mencoba kuliner khas Bali ini.

Saya mampir di sebuah warung yang menjual berbagai jenis rujak di daerah Tabanan. Tempatnya sederhana, namun variasi makanan yangditawarkan cukup beragam. Mulai dari Rujak Kuah Pindang, Rujak Bulungan (salah satu rujak khas Bali), es daluman (dikenal dengan es Cincau), bahkan Baso Babi pun ada. Harga makanan yang ditawarkan juga sangat terjangkau.

Saya memesan Rujak Kuah Pindang dan setelah menunggu beberapa saat, datanglah pesanan saya. Dari penampilannya mirip dengan rujak buah pada umumnya namun yang membedakan adalah kuahnya dan itulah hal pertama yang saya rasakan. Ternyata kuahnya ga amis sama sekali walaupun rasa ikannya terasa sekali.

Rujak Kuah Pindang menggunakan air rebusan dari ikan pindang yang dicampur dengan gula merah serta terasi. Ikan yang biasa digunakan yaitu tuna atau lemuru/sarden. Penggunaan daun salam dan serai dalam perebusan kuah pindang, membuat kuahnya terasa semakin segar dan tidak amis. Sedangkan untuk campuran buahnya cukup bervariasi antara lain timun, nanas, pepaya muda, kedondong, mangga muda, bengkoang yang dipotong.

Perpaduan semua bahan menciptakan rasa gurih, segar, pedas, asam di saat yang bersamaan dan terasa luar biasa di mulut, membuat saya sangat menikmati setiap suap rujak ini. Sangat unik dan menarik untuk dicoba. Jangan-jangan bisa bikin kamu ketagihan juga. Makanan ini cocok banget dinikmati pada saat siang hari yang cukup terik di Bali.

Untuk kamu yang masih bingung cari rujak jenis ini, kamu bisa kunjungi lokasi-lokasi di bawah ini :
  • Warung Bu Putu, Jl. Blambangan 4x, Kuta. Open 10.00 – 19.30
  • Gula Bali The Joglo, Jl. Merdeka II No.16, Renon, Denpasar. Open 10.00 – 18.00 
  • Warung Satria 
    • Jl. Kedondong 11A, Denpasar. Open 11.00 – 17.00
    • Jl. Kendedes 5, Kuta Bali. Open 09.00 – 17.00
  • Warung Rujak Gelogor, Jl. Bukit Tunggal No. 27, Pamecutan, Denpasar. Open 10.00 – 19.00

11 Jan 2017

Kuliner Bali: Tum – Botok ala Bali

14:55

Kalau kamu sudah pernah makan Nasi Campur Bali, maka mungkin kamu sudah pernah merasakan kuliner khas Bali satu ini. Berbentuk segi empat, dibungkus dengan menggunakan daun pisang dan dimasak dengan cara dikukus. Yupss, itulah Tum yang berasal dari kata stoom yang berarti kukus.

Untuk kamu pendatang dari pulau Jawa yang lebih familiar dengan makanan botok, maka tidak akan terlalu aneh melihat makanan Bali ini. Hanya isiannya saja yang menjadikan Tum berbeda dengan botok pada umumnya. Makanan ini sangat cocok untuk kamu yang mengurangi makanan berminyak karena makanan ini dimasak dengan cara dikukus dan tidak berminyak.

Tum merupakan salah satu makanan pedamping pada masakan Nasi Campur Bali. Tum pada umumnya terbuat dari cincangan halus dari daging (daging yang biasa digunakan adalah sapi/ayam/babi) yang dicampur dengan telur dan kelapa parut serta rempah-rempah atau yang sering disebut dengan Basa Genep (bumbu besar) seperti bawang merah & putih, kencur, jahe, lengkuas, cabai, trasi, garam, gula dan pala.

Ada banyak variasi Tum lainnya selain yang menggunakan bahan utama daging, antara lain : Tum ati (Tum menggunakan hati ayam), Tum nangka (bahan utamanya adalah nangka muda), Tum bungkil ( bahan utamanya adalah batang pisang atau akar pohon pisang batu) dan Tum klungah (cengkir cincangan kelapa muda).

Sekitar dua sendok makan adonan Tum akan di bungkus rapat di dalam selembar daun pisang dan sebatang lidi kecil akan diikatkan pada daun pisang untuk kemudian dikukus hingga matang. Tum memiliki tekstur yang empuk, rasa yang gurih dan cenderung lembab (karena dimasak dengan cara dikukus) serta aroma daun pisang akan sangat terasa kental di makanan ini.

Kuliner Bali selalu memiliki kaitan dengan budaya lokal. Berdasarkan sebuah sumber, Tum sendiri memiliki filosofi di balik cara membungkusnya maupun cara memasaknya. Tum perlu dibungkus dengan rapat agar saat dikukus, isian Tum tidak meluber ke luar. Tum yang dibungkus rapat ini dapat diartikan bahwa setiap manusia harus dapat mengintrospeksi dirinya sendiri terhadap semua masalah yang terjadi. Tum dikukus sampai matang, ini dapat diartikan bahwa instropeksi diri tersebut bertujuan untuk kematangan / kedewasaan diri sehingga tidak mencari-cari kesalahan dari pihak lain. Sehingga semua masalah berawal dan berakhir dari diri kita sendiri. Bagus ya filosofinya!

Sungguh..rasa Indonesia terasa sangat kental di dalam masakan ini, mulai dari penggunaan daun pisang, hingga rempah-rempah yang digunakan bahkan juga dengan filosofi di balik cara membungkus dan memasaknya. Jadi, masukan kuliner Bali ini sebagai salah satu kuliner yang wajib kamu coba saat kamu berada di Bali.

Tum bisa kamu jumpai di tempat makan khas Bali di bawah ini :
  • Warung Sari Alit, Jl. WR. Supratman, Perempatan Tohpati, Sanur. Open 07.00 – 18.00
  • Warung Ari, Jl. Tukad Pakerisan II/4, Denpasar. Open 06.30 – 16.00
  • Nasi Ayam Kedewatan Ibu Mangku 
    • Jl. Kayu Jati 12, Patitenget, Kerobokan Kelod, Kuta. Open 09.00 – 21.00
    • Jl. Tukad Badung Renon No. 11, Renon, Denpasar. Open 08.00 – 21.00
  • Warung Satria 
    • Jl. Kedondong 11A, Denpasar. Open 11.00 – 17.00
    • Jl. Kendedes 5, Kuta Bali. Open 09.00 – 17.00

21 Dec 2016

Kuliner Bali: Lawar

12:05

Kalau kamu sudah tinggal di Bali, banyak yang perlu kamu tahu untuk mengenal lebih dalam Pulau Dewata ini. Bukan hanya tempat wisatanya saja ya, tapi kulinernya juga. Selain Babi Guling yang sudah sangat dikenal, ternyata Bali memiliki beraneka ragam kuliner unik yang melekat dalam kebudayaannya.

Sesaat setelah kepindahan saya ke Bali, saya merasa beruntung bisa mencicipi beberapa kuliner khas Bali di rumah seorang kenalan di Tabanan. Saat itu saya disuguhi banyak sekali makanan khas Bali oleh sang tuan rumah. Dari semua makanan yang disuguhkan, ada makanan yang menyerupai urap (sejenis sayuran yang direbus dan dicampur dengan kelapa yang telah dibumbui kemudian diaduk sampai tercampur dan disajikan). Sang tuan rumah pun menjelaskan bahwa makanan tersebut bernama Lawar.


Pembuatan Lawar

Nama Lawar ini tidak ada sangkut pautnya dengan kelelawar lho. Lawar merupakan makanan yang selalu dihadirkan dalam hampir setiap upacara keagamaan di Bali. Salah satu contohnya adalah pada satu hari menjelang hari Raya Galungan atau yang disebut penampahan Galungan. Biasanya para pria Bali akan memotong babi untuk dijadikan beberapa jenis masakan dan lawar adalah salah satunya.

Prosesi pembuatan lawar dimulai dari pembuatan bumbu halus lawar (pencok), mencincang daging (atau yang disebut dengan mebat) dan memarut kelapa. Ketiga prosesi itu sering dikenal dengan nama ngelawar (bukan ngelawak ya.. hehe..) Jenis parutan kelapa yang digunakan dalam berbagai jenis lawar pun berbeda, ada yang diparut tipis lebar namun panjang yang disebut keskes, ada yang dicacah dan ada juga seperti parutan kelapa pada umumnya.

Lawar biasanya disajikan bersama dengan nasi putih, sayuran hijau (biasanya kacang panjang), dan potongan daging atau sate (lilit maupun kabled). Ada juga restoran yang menyuguhkan sup/kuah kuning bersama lawar. Ketika memesan lawar, pastikan kamu sudah tahu jenis lawar yang sesuai dengan seleramu.


Jenis Lawar

Bukan hanya nasi goreng aja yang punya banyak jenis, tapi lawar juga. Berikut adalah jenis-jenis lawar yang bisa kamu pilih:

1. Lawar Merah
Lawar merah atau lawar barak merupakan jenis lawar yang sangat umum oleh semua masyarakat Bali. Lawar Merah ini terbuat dari kulit babi yang dirajang lembut dan dicampur dengan parutan kelapa (keskes), bumbu (pencok) dan darah babi (darah inilah yang membuat lawar menjadi berwarna merah). Lawar ini biasanya juga disajikan di dalam menu Nasi Campur Bali. Namun berbeda tempat, beda juga campuran bahan lawarnya. Di Buleleng dan Karangasem, lawar merah tidak dicampur dengan sayur namun di Tabanan lawar ini dicampur dengan sayur. Bagi kamu yang tidak bisa memakan babi ataupun darah sebaiknya tidak memilih jenis lawar ini.

2. Lawar Putih
Lawar putih pada dasarnya memiliki bahan yang sama dengan lawar merah namun tidak menggunakan darah sehingga warnanya tetap putih dan dicampur dengan cincangan nangka muda. Lawar Penyon merupakan campuran dari sayur kukus cincang dan penyon (terbuat dari daging dan hati babi yang dicincang halus) serta pencok.

3. Lawar Kuning
Sedangkan lawar kuning merupakan campuran dari sayur mayur yang berwarna terang (pepaya, nangka muda, kol atau labu), penyon dan pencok sehingga menghasilkan warna yang kekuningan.

4. Lawar Hijau
Untuk lawar hijau pada dasarnya sama dengan lawar penyon. Namun pembedanya adalah adanya penggunaan daun belimbing yang dipercaya bisa menurunkan kolesterol.

5. Lawar Klungah
Lawar klungah merupakan salah satu jenis lawar yang mungkin jarang didengar sebelumnya. Lawar ini menggunakan klungah yaitu kelapa yang masih sangat muda dan batoknya masih lunak. Batok klungah akan dicincang dan dicampur dengan bumbu lawar. Lawar ini cocok untuk kamu yang vegetarian ya karena tidak menggunakan campuran daging sama sekali.

6. Lawar Kenus
Kalau pada umumnya lawar menggunakan daging babi sebagai bahan utamanya, maka Lawar kenus menggunakan cumi. Lawar unik ini memiliki warna hitam yang berasal dari tinta cumi. Irisan cumi dicampur dengan kacang panjang, nangka muda, atau pakis dan ditaburi dengan bawang goreng menciptakan rasa unik yang wajib kamu coba.. Mmm.. yummy!!

7. Lawar Kuwir
Lawar Kuwir merupakan lawar khas dari Tabanan. Kuwir sendiri berarti dolong/entok/bebek. Lawar ini merupakan campuran dari sayur yang dicincang, daging entok yang direbus/dikukus serta bumbu lawar dan tidak lupa cabe rawit yang disesuaikan dengan tingkat kepedasan yang diinginkan.

Cukup beragam juga ya jenis lawar Bali, jadi kamu bisa pilih lawar yang sesuai dengan selera kamu. Bagi kamu yang mencari lawar halal, banyak juga tempat makan di Bali yang menyediakan lawar dengan bahan yang halal (ct. sapi) sehingga kamu ga perlu kuatir lagi untuk bisa mencicipi kuliner khas Bali ini.

Untuk kamu yang belum pernah coba kuliner khas Bali ini, kamu bisa datangi lokasi berikut :
  • Warung Basang, Jl. Raya Tuban 58A, Kuta. Open 08.00 – 22.00.
  • Lawar Kuwir Pan Sinar, Renon, Denpasar.
  • Warung Lawar Sapi Odah, Jl. Danau Buyan/Sindu, Sanur; Open 09.00 – 13.00
  • Warung Lawar Babi Guling Kodi, Jl. Sekuta, Gang Harum, Sanur; Open 18.00 – 06.00
  • Lawar Bali Kartika, Jl. Bypass Ngurah Rai, Padang Galak. Open 08.00 – 18.00.
  • Warung Cumi Bu Jani, Jl. Tirtanadi II/66. Open 09.00 – 18.00.
  • Krisna Wisata Kuliner, Jl. Raya Seririt-Singaraja, Desa Temukus. Open 10.00 – 22.00.
  • Men Koko, Munggu, dekat Tanah Lot.
  • Warung Satria 
    • Jl. Kedondong 11A, Denpasar. Open 11.00 – 17.00
    • Jl. Kendedes 5, Kuta Bali. Open 09.00 – 17.00
  • Nasi Ayam Kedewatan Ibu Mangku 
    • Jl. Kayu Jati 12, Patitenget, Kerobokan Kelod, Kuta. Open 09.00 – 21.00
    • Jl. Tukad Badung Renon No. 11, Renon, Denpasar. Open 08.00 – 21.00


*) Lawar di foto adalah Lawar Putih dan Sate Kabled/Asam Celeng di Lawar Bali Kartika.

8 Dec 2016

Level 21: Denpasar's New Mall

15:05

Ada yang baru di Denpasar, dan kamu pasti sudah dengar: Level Twenty One. Mall yang berlokasi di ujung jalan Teuku Umar-Diponegoro ini seakan menjadi cover baru untuk deretan ruko yang sudah ada sebelumnya. Beberapa tenant yang sudah pasti akrab untukmu adalah Kantor Pos Indonesia, J.Co, dan Roppan, yang memang sudah menempati lokasi ini sebelum proyek mall dimulai.

Sepintas layout mall ini mengingatkan saya pada Darmawangsa Square di Jakarta Selatan karena bentuknya yang sempit, memanjang, bertingkat tiga dan ada void di tengah---walau arsitekturnya modern, jauh dari arsitektur DS yang klasik. Tapi ada juga bagian yang mengingatkan saya pada Blok M Plaza, karena ada ramp di beberapa bagian. Secara keseluruhan, mall ini asik dijajal khususnya untuk belanja atau hangout bersama teman di sore hari.


Yang unik dari mall ini tentu ada pada bangunan Kantor Pos Indonesia yang dipertahankan dan diberi 'sampul' kaca. Bisa dibilang mall ini dibangun mengitari bangunan kuno Kantor Pos. Dengan wajah baru ini, Level 21 juga menjadi rumah untuk beberapa tenant nasional dan internasional seperti Starbucks, Celebrity Fitness, Burger King, Ichiban Sushi, The Duck King, Wendy's, Excelso, Calais, Solaria, Chatime, Dairy Queen, Bread Talk, Cinema XXI, dan lain sebagainya.

Kalau kamu bosan belanja fashion di Bali yang itu-itu aja, Level 21 menawarkan berbagai tenant lokal dan nasional seperti Someday, This Is April, Sole Addict, Star Kids, Quiksilver, Colorbox, Khu, Lois Jeans, Eprise, Triset, Watchout, Wrangler, The Executive, Sports Station, Full Hardy, Bellagio, Fossil, Manzone, Gosh, Social 1, Puma, Samba, Skechers, Popits, Goldmart, Julia Jewelry, Watch & Co, Watch Engine, Watch Studio, Optik Melawai, Optik Seis, dan banyak lagi.


Untuk perlengkapan rumah tangga ada HIAS, dan untuk kebutuhan sehari-hari kamu bisa belanja di Foodmart Primo. Kalau kamu mengajak anak-anak dan mereka bosan, ada Timezone yang seru dengan aneka permainannya. Kalau istri atau pacarmu ingin tampil cantik, ada juga beberapa salon yang siap menangani persoalan hair and beauty, seperti Johnny Andrean Salon, Christopher Salon, Rin Beauty Studio, ZO Hair-Nail Studio, Boston, serta Happy Dentist. Nantinya juga akan ada food court, Best Denki dan Gramedia. Lengkap, kan?

Yang saya sayangkan dari mall ini hanya satu: lahan parkir. Untuk mobil, tersedia lahan parkir terbatas di rooftop, sedangkan untuk motor bisa parkir di lahan yang tersedia di Jalan Pulau Seram. Sayangnya semua lahan parkir ini tanpa atap alias kamu harus sedia payung/jas hujan jika hari hujan. Tapi di luar kekurangan ini, Level 21 membawa refreshment untuk penduduk Denpasar---setidaknya ngga perlu lagi jauh dan macet nyetir ke Kuta untuk menonton film di bioskop (;

Mall ini dibuka untuk umum sejak 11 November 2016. Grand launching-nya tanggal 17 Desember 2016 mendatang dan akan dimeriahkan oleh beberapa artis nasional. Cek info selengkapnya di www.level21mall.com.

4 Dec 2016

Kuliner Bali: Sate Lilit

17:53
Sate di foto ini bisa kamu cicipi di Warung Lesehan Mertha Sari, Klungkung

Selain kaya akan budayanya, Indonesia juga kaya akan berbagai jenis kulinernya, salah satunya adalah sate. Sate merupakan makanan yang sangat digemari oleh berbagai kalangan masyarakat di Indonesia. Namun, tak hanya masyarakat lokal saja yang sangat menggemari makanan ini, banyak juga turis luar negri yang sangat menyukainya. Berbagai daerah di Indonesia memiliki aneka ragam jenis sate khasnya masing-masing seperti sate Madura, sate Maranggi ataupun sate Padang.

Pulau Dewata juga memiliki sate khasnya sendiri yaitu Sate Lilit. Pada umumnya, sate lilit menggunakan daging ikan laut (tuna atau tenggiri atau marlin) sebagai bahan dasarnya, namun tidak menutup kemungkinan divariasikan dengan menggunakan daging ayam, sapi, babi atau udang. Apabila biasanya bahan daging dipotong-potong kemudian ditusuk ke dalam sebuah tusuk sate maka disebut sebagai sate kabled. Tentunya berbeda dengan sate lilit.

Sate lilit menggunakan daging yang telah digiling halus dan dicampur dengan parutan kelapa beserta rempah-rempah lainnya seperti bawang merah, bawang putih, kencur, jahe, lengkuas, kunyit, kemiri, merica, ketumbar beserta bahan pelengkap lainnya. Adonan daging tersebut biasanya disebut dengan Luluh Sate. Tidak perlu repot - repot untuk membuat adonan daging sate sendiri karena di Bali banyak sekali penjual luluh sate dengan berbagai pilihan variasi daging.

Hal menarik lainnya dari sate lilit ada pada penggunaan batang serai sebagai “tusuk” sate (namun sekarang banyak juga penjual sate lilit yang menggunakan kayu yang lebar namun pipih sebagai pengganti batang serai). Luluh sate akan dililitkan pada sebatang serai untuk kemudian dibakar di atas arang. Hal tersebut pula yang menjadi alasan utama masyarakat Bali menamai makanan ini dengan nama sate Lilit. Batang serai sendiri memberikan aroma wangi pada sate lilit setelah dibakar. Sate yang telah siap disantap akan lebih nikmat apabila disajikan dengan sambal matah ataupun sambal tomat sebagai sambal cocolan sate.

Harga untuk satu tusuk sate lilit cukup terjangkau mulai dari Rp. 1.000 sampai dengan Rp. 5.000. Cita rasanya yang gurih dan aromanya yang wangi menjadikan kuliner khas bali ini sebagai salah satu daya tarik bagi para pendatang yang baru berkunjung ke Bali untuk mencoba makanan ini.

Normalnya sate lilit disuguhkan di dalam menu masakan Bali lainnya. Tapi kalau kamu mau khusus cari Sate Lilit, cek lokasi-lokasi berikut :
  • Warung Sate Lilit Sari Merta-Denpasar, Jl. Pulau Moyo, Denpasar. Open 14.30 – 19.00.
  • Sate Lilit Ari, Jl Tukad Pakerisan no 4, Denpasar. Open 06.00 – 17.00.
  • Sate Lilit Be Paseh, Jl Pemuda III No. 24 Renon, Denpasar. Open 06.00 – 17.00.
  • Warung Lesehan Mertha Sari, Jl. Krisna, Pesinggahan. Open 08.00-17.00.
  • Warung Lesehan Sari Baruna, Jl. Pesinggahan, Goa Lawah
  • Warung Satria 
    • Jl. Kedondong 11A, Denpasar. Open 11.00 – 17.00
    • Jl. Kendedes 5, Kuta Bali. Open 09.00 – 17.00
  • Nasi Ayam Kedewatan Ibu Mangku 
    • Jl. Kayu Jati 12, Patitenget, Kerobokan Kelod, Kuta. Open 09.00 – 21.00
    • Jl. Tukad Badung Renon No. 11, Renon, Denpasar. Open 08.00 – 21.00
  • Pedagang kaki lima di Pasar Kuta I, Jl. Raya Kuta.
  • Pedagang kaki lima di Pasar Kuta II, Jl. Ken Dedes, Kuta.

24 Nov 2016

Kuliner Bali: Nasi Jinggo

19:32


Bagi pendatang yang pertama kali menginjakkan kaki di Bali, pasti akan sering melihat makanan ini dijajakan di pinggir jalan. Hal ini juga yang saya alami saat pertama kali menginjakkan kaki di Bali. Saya sering melihat banyak pedagang yang menjajakan makanan ini di pinggir jalan dengan menggunakan sepeda motor atau meja kecil pada pagi atau malam hari.

Pada awalnya saya merasa penasaran dengan makanan ini karena bentuk bungkusannya yang berbentuk kerucut. Setelah saya bertanya kepada penjual makanan ini, barulah saya mengetahui bahwa makanan tersebut bernama NASI JINGGO, salah satu nasi bungkus khas Pulau Dewata. Jika Yogyakarta terkenal dengan Nasi Kucing-nya maka Bali terkenal dengan Nasi Jinggo-nya.

Asal muasal nama Nasi Jinggo ini sendiri memiliki beberapa versi ceritanya. Versi pertama menyebutkan pada tahun 1970-1980an ada sepasang suami istri yang menjadi pelopor pertama yang menjual nasi bungkus tersebut dan nama penjualnya adalah Pak Jinggo, sehingga nasi bungkusnya dinamai Nasi Jinggo. Versi lain menyebutkan, kata Jinggo berasal dari bahasa Hokkian "jeng go" yang berarti Rp. 1.500 karena harga sebungkus Nasi Jinggo pada masa sebelum krisis moneter adalah masih sekitar Rp. 1.500.

Sedangkan versi lainnya menyebutkan banyak pedagang di daerah Pasar Kumbasari Denpasar yang beroperasi selama 24 jam, yang membutuhkan makanan untuk pengganjal perut saat malam tiba. Melihat kebutuhann ini, ada sepasang suami istri yang mengkreasikan nasi bungkus menjadi Nasi Jinggo seperti yang banyak dijual sekarang ini. Berdasarkan versi ini, warung Nasi Jinggo pertama berada di Gang J yaitu Gang Jinggo, maka dari situlah nama Jinggo digunakan pada nasi bungkus ini. Namun kebenaran dari ketiga versi tersebut masih belum dapat diketahui secara pasti.


Bagi para pendatang dari pulau Jawa mungkin lebih mengenal kuliner khas Bali ini sebagai nasi bungkus namun dengan kemasan yang berbeda dari biasanya. Nasi Jinggo sendiri disajikan dengan cara pengemasan yang cukup unik yaitu dengan menggunakan daun pisang sebagai pembungkusnya. Namun banyak juga yang menggunakan kertas nasi.

Bungkusan Nasi Jinggo memiliki bentuk seperti kerucut dan di dalamnya berisi nasi putih atau nasi kuning serta beberapa lauk seperti ayam sisit (ayam suir) / ikan laut / daging sapi / daging babi, mie/bihun, saur (serundeng kelapa), serta sambal. Biasanya penjual Nasi Jinggo menyediakan dua pilihan sambal, yaitu sambah merah atau sambal hijau yang sama-sama pedas mantap.

Satu bungkus Nasi Jinggo sudah cukup mengenyangkan untuk dijadikan sarapan ataupun untuk makan malam, namun bagi anda yang memiliki porsi makan cukup besar sepertinya akan membutuhkan lebih dari satu bungkus Nasi Jinggo.

Selain mengenyangkan, makanan ini juga relatif terjangkau untuk semua kalangan. Harga sebungkus Nasi Jinggo yang berisi nasi serta lauk dan sambal ini ternyata dijual dengan harga mulai dari Rp. 5.000 saja. Olala, hari gini jarang sekali dengan Rp. 5.000 bisa makan nasi dan lauk yang mengenyangkan--apalagi kalau kalau sudah tanggal tua, sepertinya Nasi Jinggo bisa jadi makanan andalan selain mie instan :D

Jadi tidak perlu bingung-bingung lagi kalau kantong lagi kering tapi perut sudah memanggil untuk diisi , silakan mampir ke penjual Nasi Jinggo terdekat di daerah anda. Dijamin bisa menangkis lapar perut kamu.


Kamu bisa cari Nasi Jinggo di lokasi-lokasi berikut :
  • Nasi Jinggo Simpangan, Jl. Uluwatu No. 109, Jimbaran. Open 19.00-01.00.
  • Nasi Jinggo Babi Kecap Jik Elle, Jl. Tukad Irawadi No.18, Denpasar. Open 08.00-23.00.
  • Nasi Jinggo Rendang Sutoyo, Jl. Sutoyo No.42, Denpasar. Open 10.00-18.00.
  • Nasi Jinggo Sambal Raja Roa, Jl. Pulau Batanta No.11, Denpasar. Open 07.00-21.00.
  • Warung Bandrek & Nasi Jinggo, Jl. Raya Kuta No.27, Badung. Open 18.00-01.30.
  • Pedagang kaki lima dekat Pasar Kuta, Jl. Raya Kuta.
  • Pedagang kaki lima sepanjang Jl. Pattimura / Jl. Mataram, Kuta.
  • Pedagang kaki lima sepanjang Jl. Nakula.
  • Pedagang kaki lima sepanjang Jl. Raya Kerobokan, Jl. Gunung Tangkubanperahu, Kerobokan
  • Pedagang kaki lima di beberapa jalan di Denpasar

22 Nov 2016

Bali Snack: Gorengan Lumpia

13:55

Siapa yang tidak kenal dengan gorengan bakwan, tahu dan tempe? Makanan sejuta umat ini merupakan cemilan favorit untuk pengganjal perut di kala lapar tiba. Gorengan biasanya disajikan dengan cabe atau mungkin di daerah lainnya disajikan dengan bumbu tambahan seperti bumbu kacang sebagai cocolan yang menambah nikmat rasa gorengan ini.

Namun, di pulau dewata ini, ada variasi gorengan yang disajikan berbeda. Varian ini dikenal dengan nama Gorengan Lumpia atau Lumpiang. Gorengan ini mirip dengan lumpia goreng dari Semarang namun isiannya menggunakan menggunakan kol sebagai pengganti rebung.

Gorengan Lumpia yang disajikan antara lain Lumpia Goreng, Bakwan (atau yang dikenal di Bali/Jawa Timur dengan sebutan Ote -Ote), Gorengan Tahu dan Tempe yang dipotong kecil-kecil. Sajian ini lalu dilumuri bumbu kental berwarna kecoklatan yang merupakan campuran dari kacang, tauco, sedikit kecap manis dan bumbu lainnya. Terakhir, taburan irisan cabe rawit hijau sesuai dengan tingkat kepedasan yang diinginkan. Mmmm.. kebayang sedapnya!

penjaja gorengan lumpia

Bagi para pecinta gorengan, tidak ada salahnya mencoba varian gorengan Lumpia khas Bali ini. Harga gorengan Lumpia ini juga relatif murah yaitu mulai dari Rp 2.000 saja. Gorengan lumpia biasanya dijajakan oleh pedagang keliling dengan memakai kotak berisi gorengan dan kotak tersebut dibawa di atas kepala sang penjual Lumpia. Diperlukan kekuatan leher dan keseimbangan yang luar biasa untuk seorang penjual Lumpia untuk dapat membawa kotak berisi gorengan beserta bumbunya.

Biasanya penjaja gorengan lumpia ini bisa kamu temui di lokasi umum, seperti:
  • Pantai Kuta
  • Pantai Petitenget
  • Pantai Sanur
  • Pasar tradisional
  • Warung Rujak Merdeka, halaman parkir Ayam Betutu Gilimanuk, Jl. Merdeka, Renon, Denpasar. Open 10:00-18:00.

15 Nov 2016

Yummy Patty Burger At Mama Chew 360 Rooftop!

14:59

Kamu suka burger dengan daging patty yang juicy? Kalau iya, kamu harus coba burger yang satu ini. Disajikan dengan sauteed mushroom, mashed potato dan steamed corn, burger a la Mama Chew dagingnya padat, lembut dan juicy. Kamu bisa pilih dagingnya: chicken atau pork yang sama enaknya.


Kalau malas makan western food, Mama Chew juga punya menu asian andalannya: pork or chicken coffee sauce yang disajikan dengan nasi dan sayuran. Kebayang ngga makan daging dengan saus kopi? Rasanya manis , gurih dan dagingnya lembut. Wowww!


Selain itu Mama Chew juga punya pilihan menu lain yang lebih ringan: chicken wing butter garlic lemon sauce, roti john, omelette dan nasi goreng. Walau pilihan menunya tidak banyak, jangan pernah takut tidak bisa makan di Mama Chew karena selalu ada pilihan untuk seleramu.

Thai-style dessert

Usai makan, kamu bisa memesan tiramisu atau Thai-style dessert untuk mencuci mulut. Thai-style dessert ini terdiri dari irisan mangga, kelapa, markisa, dan ketan hitam yang disajikan dengan santan dingin. Mmm, yummy!

healthy drinks

Untuk minuman, Mama Chew menyediakan homemade healthy juice ukuran 330ml dengan 7 pilihan rasa: Singapore mung bean, Singapore red bean, turmeric, black rice, winter melon, Es Bandung, dragon fruit, dan pineapple. Rasanya segar dan menyehatkan!

mushroom soup

Semua makanan dan minuman di sini diolah sepenuhnya oleh pasangan pemiliknya, Figie Subrata dan Bernard Chew. Jadi kalau kamu bertandang ke sini, terasa seperti tamu yang dilayani oleh tuan rumah. Feels like home banget deh.

suasana rooftop yang bisa di-book untuk acaramu

Yang bikin Mama Chew spesial adalah konsepnya yang bukan restoran tapi konsep home feast, karena Mama Chew memang berbentuk villa-home dengan rooftop dengan pemandangan hampir 360 derajat. Jadi kamu bisa makan sambil menikmati sunset dari ketinggian di sini. Romantis dan completely breathtaking!

sajian mushroom pork burger untuk pesan makan di tempat. so worth it!

Untuk makan di atas rooftop, kamu bisa reservasi terlebih dulu supaya tidak overloaded. Rooftop dibuka jam 5 p.m. sampai 10 p.m., perfect untuk sunset viewing dan after sunset dinner bersama orang-orang terdekatmu. Jangan lupa, last order-nya jam 9 p.m.



Oh ya, kalau lagi malas keluar rumah, kamu juga bisa order delivery Mama Chew dengan aplikasi Go-Jek. Ada special promo untuk delivery: buy 1 get 1 free khusus untuk mushroom pork atau chicken burger!
 

Ini daftar menunya:
    • Mushroom Soup Rp 20.000
    • Mantao (4pcs) Rp 30.000
    • Mushroom Pork/Chicken Burger Rp 45.000
    • Mushroom Crab Burger Rp 80.000              
    • Singapore Chili Crab Fried Rice Rp 58.000
    • Singapore Chili Crab (1kg) Rp 500.000
    • Pork/Chicken Coffee Sauce Rp 50.000
    • Chicken Wing Butter Garlic Lemon Sauce Rp 35.000
    • Omelette Mushroom and Bean Sprout Rp 20.000
    • Fried Rice Singapore Sambal Balacan Rp 25.000
    • Roti John Rp 33.000
    • Tiramisu Rp 25.000
    • Thai-style Dessert Rp 20.000
    • Healthy Drink Rp 20.000


      Kontak Mama Chew di +62 812 3777 0518.
      Alamat Kompleks Bumi Jimbaran Asri, Jl. Akuntansi No. 91, Unud, Jimbaran.
      Facebook Mama Chew 360 Rooftop
      Instagram Mama.Chew
      Rooftop open 17.00-22.00 (last order 21.00)
      Kapasitas rooftop: 15 orang.

      #JaenIdupDiBali

      Ini bukan guide untuk wisatawan.
      Ini guide bagi perantau, backpacker dan turis ber-budget yang tinggal di Bali.
      Ini adalah wadah para pendatang bertukar info tentang Bali.

      *) Jaen idup di Bali = Enak hidup di Bali!

      Recent

      Random